Catat! Ini Poin Penting Pidato Jokowi soal APBN 2022

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 17 Agu 2021 09:38 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 16 Agustus memberikan pidato dalam penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN 2022 dan Nota Keuangan di DPR. Ada beberapa poin penting dari pidato panjang Jokowi tersebut.

Sejumlah target seperti pertumbuhan ekonomi, belanja, penerimaan, hingga pengangguran dibeberkan. Misalnya pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan berada di kisaran 5-5,5%. Diupayakan ekonomi tahun depan mendekati batas atas 5,5%.

"Namun, harus tetap waspada, karena perkembangan Covid-19 masih sangat dinamis. Kita akan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk terus mengendalikan Pandemi Covid-19. Dengan demikian, pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat dijaga serta terus dipercepat dan diperkuat," kata Jokowi dalam pidato RAPBN 2022 di gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Berikut poin-poin lengkap pidato Jokowi:

Pertumbuhan ekonomi: 5-5,5%
Inflasi: 3%
Nilai tukar rupiah: Rp 14.350
Bunga SUN 10 tahun: 6,82%
Harga minyak mentah Indonesia: US$ 62 per barel
Lifting minyak dan gas masing-masing 703.000 barel dan 1.036.000 barel setara minyak per hari.
Belanja negara: Rp 2.708,7 triliun
Pengangguran terbuka: 5,5-6,3%
Kemiskinan: 8,5-9,0%
Defisit anggaran: 4,85% terhadap PDB atau Rp 868,0 triliun

"Defisit anggaran tahun 2022 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, dengan menjaga keberlanjutan fiskal. Komitmen untuk menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang dalam batas yang terkendali," ujar Jokowi.



Simak Video "Kapolri Minta Polisi Humanis Sikapi Warga Beraspirasi saat Kunker Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)