Berapa Perputaran Uang dari Konten Mesum di OnlyFans?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 22 Agu 2021 19:01 WIB
OnlyFans
Foto: OnlyFans (Dana Aditiasari/detikcom)
Jakarta -

Konten seksual dan pornografi kini dilarang di platform berbagi konten eksklusif dan berlangganan OnlyFans. Kebijakan ini bakal berlaku mulai Oktober mendatang.

Meski begitu, OnlyFans sendiri menjadi besar justru karena konten-konten seksi yang dibuat para content creator-nya. Sejak awal berdiri, memang OnlyFans tidak memuat larangan untuk membuat konten mesum.

Sejak diluncurkan pada 2016 lalu, OnlyFans telah menjadi surga bagi bintang porno, calon artis dewasa, ataupun para pekerja seks yang ingin menguangkan 'tubuh' mereka.

Khusus buat pekerja seks, mereka tak lagi harus berhubungan secara langsung dengan pelanggannya. Cukup membuat konten menjadi fantasi pelanggannya, pundi-pundi uang berhasil dikantongi.

Secara statistik, mengutip perhitungan Axios, Minggu (22/8/2021), OnlyFans pada tahun 2020 memiliki pendapatan bersih sebesar US$ 375 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun (dalam kurs Rp 14.400).

Sekitar 50% pendapatan OnlyFans di bulan berasal dari langganan berbayar. Sisanya berasal dari tip para content creator. OnlyFans diketahui hanya mengambil 20% sebagai potongan dari transaksi yang dilakukan para content creator-nya.

OnlyFans memiliki lebih dari 7 juta penggemar yang membayar setiap bulan dan telah mengeluarkan US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 46,8 triliun.

Axios juga mencatat lebih dari 300 pembuat konten di OnlyFans menghasilkan setidaknya US$ 1 juta atau sekitar Rp 14,4 miliar per tahun. Sekitar 16 ribu pembuat konten lainnya menghasilkan setidaknya US$ 50 ribu atau sekitar Rp 720 juta per tahun.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Dua ABG Baru Lulus SMA Diciduk di Hotel Tangerang Terkait Prostitusi

[Gambas:Video 20detik]