Airlangga Wanti-wanti Pemda Kendalikan Pandemi dan Kebut Belanja Daerah

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 20:55 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada pengendalian pandemi secara disiplin dan dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan.

Selain itu, respon kebijakan ekonomi yang tepat juga menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses pemulihan.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam acara. Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah dalam Negeri bagi Bupati, Walikota beserta Wakil, secara virtual pada Selasa (24/8/2018).

Airlangga menjelaskan, guna mendukung pemulihan ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pengendalian pandemi COVID-19 melalui berbagai kebijakan.

"Pemerintah akan terus melakuan pengendalian pandemi lewat respon berbagai kebijakan. Dengan diberlakukannya PPKM Level 3 di wilayah aglomerasi, diharapkan bisa meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi sehingga di akhir tahun ini secara year on year kita bisa mencapai sebesar 3,7 - 4,5 persen," kata Airlangga.

Selain itu, melalui refocusing APBN, pemerintah berkomitmen untuk mendorong kenaikan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, sehingga saat ini telah mencapai sebesar Rp 744,77 triliun.

"Refocusing ini diarahkan untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran berbagai perlindungan sosial. Seperti percepatan pencairan Bansos Tunai, peningkatan jumlah penerima dan manfaat Kartu Sembako, melanjutkan Program Diskon Listrik, penambahan anggaran Kartu Pra Kerja dan Bantuan Subsidi Upah," ujar Airlangga.

Perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun 2021 mengalami pertumbuhan mencapai 7,07 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh faktor Konsumsi Rumah Tangga dan Konsumsi Pemerintah sepanjang tahun. Airlangga mengatakan, dua faktor pendukung tersebut merupakan andalan bagi engine perekonomian Indonesia.

Selama semester I tahun 2021, realisasi belanja negara tumbuh sebesar 9,5 persen (yoy), yang ditopang dari tingginya realisasi belanja Pemerintah Pusat; terutama belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Kita lihat engine perekonomian dari APBN untuk Penanganan COVID 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tumbuh 8,06 persen yoy. Dan ini penting karena APBN merupakan agregat dari APBD. Untuk itu, di Bulan Agustus ini Bupati dan Walikota harus mengakselerasi belanja daerah. Karena ini adalah engine yang bisa mempertahankan pertumbuhan baik di pusat maupun di daerah," ujar Airlangga

(dna/dna)