Usai IMF, Kini Bank Dunia Setop Bantuan ke Afghanistan yang Dikuasai Taliban

Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 10:32 WIB
A Taliban fighter stands guard at a checkpoint in the Wazir Akbar Khan neighborhood in the city of Kabul, Afghanistan, Sunday, Aug. 22, 2021. A panicked crush of people trying to enter Kabuls international airport killed several Afghan civilians in the crowds, the British military said Sunday, showing the danger still posed to those trying to flee the Talibans takeover of the country. (AP Photo/Rahmat Gul)
Foto: AP/Rahmat Gul
Jakarta -

Bank Dunia telah menghentikan sejumlah pendanaan mereka untuk proyek-proyek di Afghanistan setelah kelompok bersenjata Taliban menguasai negara tersebut.

Melansir dari BBC, Kamis (26/8/2021), sejumlah pendanaan ini dihentikan oleh Bank Dunia mengingat pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban akan mempengaruhi prospek pembangunan negara, terutama bagi perempuan.

Langkah itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Dana Moneter Internasional atau IMF menahan hingga menangguhkan pembayaran ke Afghanistan. Pada pekan lalu, IMF mengumumkan bahwa Afghanistan tidak akan lagi dapat mengakses sumber daya pemberi pinjaman global.

Seorang juru bicara IMF mengatakan kalau hal ini karena kurangnya kejelasan dalam masyarakat internasional atas pengakuan pemerintah (Taliban) di Afghanistan.

Perlu diketahui bahwa sejak 2002, lembaga keuangan yang berbasis di Washington itu telah memberikan komitmen lebih dari US$ 5,3 miliar atau setara dengan Rp 76,3 triliun (dengan kurs Rp 14.400/dolar AS) untuk proyek-proyek rekonstruksi dan pembangunan di Afghanistan.

"Kami telah menghentikan pencairan dana dalam operasi kami di Afghanistan dan kami memantau dan menilai situasi dengan cermat sesuai dengan kebijakan dan prosedur internal kami," kata juru bicara Bank Dunia kepada BBC.

"Kami akan terus berkonsultasi secara erat dengan komunitas internasional dan mitra pembangunan. Bersama dengan mitra kami, kami mencari cara agar kami dapat tetap terlibat untuk mempertahankan hasil pembangunan yang diperoleh dengan susah payah dan terus mendukung rakyat Afghanistan," jelasnya lagi.

Keputusan Bank Dunia untuk menangguhkan pembayaran ke Afghanistan merupakan pukulan finansial terbaru bagi pemerintah baru negara itu.

Tidak hanya Bank Dunia dan IMF, Selain itu pemerintahan Biden juga telah membekukan aset bank sentral Afghanistan yang disimpan di AS. Pada hari-hari setelah Taliban menguasai Kabul, Gedung Putih mengatakan bahwa aset apa pun yang dimiliki bank sentral Afghanistan di AS tidak akan diberikan kepada Taliban.

Padahal, diketahui bahwa Da Afghanistan Bank memiliki cadangan dana sekitar US$ 9 miliar atau sekitar Rp 129,6 triliun, yang sebagian besar disimpan di AS.

(zlf/zlf)