Jokowi Beberkan Tiga Strategi Besar Pulihkan Ekonomi RI, Apa Saja?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 15:52 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap ada tiga strategi besar untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Dengan tiga strategi itu diharapkan ekonomi RI akan normal kembali secara bertahap.

"Strategi besar bisnis negara, ada tiga hal yang saya ingin saya sampaikan. Pertama hilirisasi industri, kedua digitalisasi UMKM, dan ketiga kita harus mulai masuk ke ekonomi hijau," kata Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara virtual, Kamis (26/8/2021).

Pertama dalam hirilisasi, Jokowi mengungkap RI sudah mulai setop ekspor nikel mentah. Bahan mentah nikel itu mulai digarap menjadi hasil jadi, seperti besi hingga baja.

"Kira-kira ekspor besi baja kita dalam 1,5 tahun ini saja sudah berada di angka kurang lebih US$ 10,5 miliar," ujarnya.

Jokowi berharap, tidak hanya nikel, tetapi bauksit, emas, tembaga, sawit turunan-turunannya juga bisa diolah menjadi bahan jadi untuk diekspor.

"Minimal setengah jadi syukur-syukur bisa menjadi barang jadi," ungkapnya.

Kedua, digitalisasi UMKM. Jokowi membeberkan sudah ada 15,5 juta UMKM yang sudah masuk dalam e-commerce. Jokowi ingin mendorong ada 60 juta UMKM agar masuk ke platform digital.

"Baik di dalam daerah, nasional, maupun agar bisa masuk ke platform global," katanya.

Ketiga berkaitan strategi ekonomi hijau. Jokowi mengatakan mulai tahun ini proyek ekonomi hijau mulai dibangun. Dia mengungkap pada Oktober akan dibangun Green Industrial Park, di mana itu tempat semua produk ramah lingkungan berada.

"Kita tahu semuanya masa depan produk-produk hijau itu sangat menjanjikan dan kita memiliki kesempatan yang besar dalam hal ini. Pemakaian energi hijau, energi baru terbarukan, diharapkan kita memiliki sebuah kekuatan besar ke depan yaitu produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau," tutupnya.

(ara/ara)