AirAsia Rela 'Mendarat', Lirik Deretan Bisnis Ini untuk Tetap Napas

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 27 Agu 2021 14:53 WIB
ojol taksi online airasia
Foto: Dok. IG Tony Fernandes
Jakarta -

AirAsia tengah menghentikan penerbangannya. Perusahaan itu sebelumnya telah mengumumkan memperpanjang penghentian layanan penerbangannya hingga 6 September 2021.

Tengah berhenti terbangkan pesawat, AirAsia 'mendaratkan' perusahaannya ke lini bisnis lain. Perusahaan telah meluncurkan layanan baru transportasi online (ride hailing). Tidak hanya itu ada juga bisnis lain, seperti di bidang e-commerce dan financial.

Berikut ini deretan bisnis AirAsia:

1. E-commerce

Pada 2020 lalu, mengutip keterangan resmi perusahaan, AirAsia telah meluncurkan aplikasi super ASEAN, airasia.com. Aplikasi ini merupakan platform perjalanan, e-commerce dan finansial teknologi satu pintu dengan lebih dari 15 lini bisnis.

Airasia.com didukung oleh teknologi interline virtual yang memungkinkan pengguna memesan penerbangan point-to-point atau Multi-kota dengan maskapai penerbangan apa pun ke destinasi mana pun di seluruh dunia.

Selain itu, ada fitur Transfer-Sendiri juga tersedia untuk pemesanan tiket penerbangan dari berbagai maskapai dalam satu kode pemesanan. Perusahaan mengklaim pengguna bisa hemat 20% dibandingkan dengan membeli tiket secara terpisah.

Bisnis baru ini digarap seiring dengan merosotnya penumpang pesawat akibat pandemi COVID-19. Pada waktu itu, Tony berharap besutan bisnis itu bisa menyaingi Grab, GoJek dan WeChat sebagai aplikasi all-in-one untuk pengiriman makanan, belanja, pembayaran, hiburan, dan perjalanan.

2. Caplok Gojek

Juli 2021, Airasia Group melalui Airasia Digital, resmi mengambil alih operasional Gojek di Thailand. Kemitraan strategis antara Airasia Digital dan Gojek ini dinilai saling menguntungkan.

Dengan begitu diharapkan mampu memperkuat investasi dan fokus pengembangan Gojek di Vietnam dan Singapura. Sementara itu, Gojek akan mendapatkan kepemilikan saham di super app Airasia yang saat ini memiliki valuasi mencapai US$ 1 miliar.

CEO Group Airasia, Tony Fernandes mengatakan ada sederet hal yang dipelajari oleh Airasia dari Gojek. Menurutnya platform layanan on-demand dan pembayaran di Asia Tenggara tersebut telah membuktikan kesuksesannya dalam membangun model bisnis di Indonesia dan Singapura.

"Bagi saya, Gojek telah membuktikan bisnisnya dapat berjalan dan saya ingin meniru mereka. Gojek selalu berada di lini terdepan (dalam bisnis ini)," ujar Tony dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7/2021).

3. Taksi Online

Per hari ini, AirAsia resmi meluncurkan layanan baru transportasi online (ride hailing). Layanan taksi online akan tersedia di Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur dan Lembah Klang terlebih dahulu. Sedangkan kota lain akan menyusul dalam waktu dekat.

"Semua pengemudi kami yang bertugas divaksinasi. Anda dapat memilih driver Anda, Anda akan dapat mengetahui driver Anda," kata CEO AirAsia Tony Fernandes yang diumumkan melalui media sosialnya, Jumat (27/8/2021).

"Kami ingin siapa pun dapat mencari nafkah di ekosistem AirAsia, baik pengendara sepeda motor atau pengemudi. Kami juga ingin menjanjikan karir jangka panjang di AirAsia," tuturnya.

(ara/ara)