Ada Pasar Khusus Senjata di Afghanistan, Peluru Dijual Seharga Roti

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 27 Agu 2021 18:45 WIB
Taliban fighters patrol as two Traffic policemen stand, left, in Kabul, Afghanistan, Thursday, Aug. 19, 2021. The Taliban celebrated Afghanistans Independence Day on Thursday by declaring they beat the United States, but challenges to their rule ranging from running a country severely short on cash and bureaucrats to potentially facing an armed opposition began to emerge. (AP Photo/Rahmat Gul)
Taliban/Foto: AP/Rahmat Gul

Penjual mengatakan sebagian besar senjata yang dijual di sini digunakan untuk pertahanan diri atau berburu. Selain senjata, barang-barang antik juga dijual.

Senapan mesin ringan Sten era Perang Dunia II lengkap dengan tanda Inggris dijual seharga US$ 800. Pistol Enfield tahun 1860 dengan tanda dari resimen kavaleri Hussar, dijual hanya US$ 950.

"Ketika keadaan membaik, kami biasa menjual 10 hingga 20 pistol per minggu," kata penjual pistol lain bernama Ahmad Jan.

Ada yang unik di pasar senjata ini, para penjual akan menyambut baik para pelanggannya. Pemilik toko menyambut pembeli dengan teh dan kue. Tidak hanya itu, para pemilik toko juga telah menggeluti bisnis ini sejak remaja.

"Saya sudah melakukan ini sejak saya berusia 8 tahun. Saya juga bisa membuat AK-47, tetapi lebih suka membuat kaliber 12. Permintaannya lebih tinggi, dan pekerjaannya lebih mudah," kata Omar Farooq, penjual senjata lainnya.

Kini Farooq berumur 20 tahun. Dia pun kini bisa meniru senapan China dari awal dalam waktu dua hari.


(ara/ara)