Uang Kripto 'Bangkit dari Kubur' di Afghanistan, Ini Pemicunya

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 13:50 WIB
Pemotongan Bantuan AS Berpotensi Membahayakan Afganistan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Setelah Afghanistan diambil alih oleh Taliban, warga di sana menghadapi krisis ekonomi. Badai penutupan bank berpotensi besar terhadap kekurangan mata uang. Apalagi setelah adanya penangguhan pengiriman uang oleh perusahaan luar negeri yang menopang aliran utama pengiriman uang ke Afghanistan.

Di tengah kondisi yang kian parah itu, warga Afganistan mulai mencari cara keluar sebagai solusi dari kelangkaan uang tunai yang terjadi di negara tersebut.

Salah satunya seperti yang dilakukan Farhan Hotak, pemuda 22 tahun yang baru saja kembali ke rumahnya di Afganistan setelah berhasil mengungsikan 10 orang anggota keluarganya ke Pakistan. Dikutip dari CNBC, Rabu (25/8/2021), Hotak mengaku memilih bertahan di Afganistan untuk menjaga rumah yang jadi satu-satunya aset keluarganya di negara tersebut.

Selama berada di Afganistan, Hotak membuat vlog ke ribuan pengikut Instagram-nya tentang situasi yang berkembang di Afghanistan. Dia juga sangat memperhatikan portofolio crypto-nya di Binance, karena mata uang lokal menyentuh rekor terendah dan penutupan bank nasional membuatnya hampir tidak mungkin untuk menarik uang tunai.

"Di Afghanistan, kami tidak memiliki platform seperti PayPal, Venmo, atau Zelle, jadi saya harus bergantung pada hal lain," kata Hotak.

Ekonomi Afghanistan sebagian besar masih mengandalkan uang tunai. Dengan begitu uang di dompet crypto Hotak sebenarnya tidak akan membantunya menyiapkan makan malam di mejanya malam ini. Tetapi kepemilikan uang kripto setidaknya memberinya ketenangan pikiran bahwa sebagian kekayaannya dilindungi dari ketidakstabilan ekonomi di rumah.

Ini juga menawarkan janji yang lebih besar terhadap akses ke ekonomi global dari dalam Afghanistan, termasuk perlindungan dari potensi inflasi yang melonjak, dan yang terpenting, kesempatan untuk bertaruh pada dirinya sendiri dan masa depan yang dia pikir tidak mungkin sebelum belajar tentang bitcoin.

"Saya memiliki sumber daya yang sangat, sangat, sangat terbatas untuk melakukan apa pun. Saya tertarik dengan dunia kripto, karena saya telah mendapatkan banyak, dan saya melihat banyak potensi dalam diri saya sehingga saya dapat melangkah lebih jauh," katanya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.