PPKM Belum Berakhir, Apa Kabar Nasib Warteg?

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 29 Agu 2021 12:35 WIB
Warteg di Tanah Abang, Jakpus
Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom
Jakarta -

Warung tegal (warteg) adalah salah satu sektor UMKM yang terdampak pandemi Corona terutama saat diberlakukannya PPKM. Bagaimana nasib warteg sekarang di tengah PPKM yang terus diperpanjang?

Ketua Umum Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan, omzet Warteg menurun hingga 90% selama PPKM berlangsung.

"Mayoritas pelanggan Warteg merupakan karyawan yang bekerja kantoran, kemudian saat pandemi Covid-19 mulai mewabah para karyawan diharuskan untuk bekerja di rumah, Work From Home (WFH). Hal itu membuat pelanggan Warteg terus menurun drastis," ujar Mukroni, ditulis Minggu (29/8/2021)

Dia memperkirakan, ada lebih dari 25 ribu Warteg yang gulung tikar sejak Covid-19 mewabah di Indonesia. Apalagi PPKM yang digelar sejak Juli 2021 terus diperpanjang sehingga membuat Warteg kian terpuruk.

Meski begitu, pengusaha warteg mengaku pasrah. Alih-alih menolak dan berdemo PPKM berjilid-jilid, Kowantara, berbagi nasi bungkus bagi masyarakat sekitar wilayah Mampang, Jakarta Selatan.

"Kami percaya, kalao kita nolong orang, maka Allah akan nolong kita, Nabi juga bilang gitu, yang mempermudah urusan orang akan dipermudah urusannya oleh Allah" menurut Mukroni.

Program yang dilakukan ini adalah bentuk kerjasama pengusaha warteg Kowantara dengan RumaTani. Keduanya meluncurkan sebuah gerakan bertajuk "Warteg Jaya Kembali" untuk membangkitkan Kembali roda ekonomi melalui warteg di tengah pandemi, salah satunya dengan program Jumat Nikmat.

"Diluncurkannya gerakan "Warteg Jaya Kembali" dan program "Jumat Nikmat" ini bukan sekedar seremoni berbagi bagi masyarakat, kami ingin sekali membantu bisnis Warteg yang termasuk sektor UMKM agar tetap bisa eksis di masa pandemi ini," kata selaku CEO RumaTani Edwin Rahmat.

(zlf/zlf)