Luhut Beberkan Perusahaan RI yang Mau Produksi Vaksin dengan China

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 13:26 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Tahun depan Indonesia bisa produksi vaksin di dalam negeri. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal perusahaan lokal yang melakukan kerja sama produksi vaksin dengan China.

Perusahaan tersebut adalah PT Etana Biotechnologies. Menurut Luhut, vaksin dengan platform mRNA akan diproduksi Etana dengan perusahaan asal China.

Bila sebelumnya, Luhut mengatakan produksi vaksin dilakukan pada bulan April, kini dia mengatakan vaksin tersebut akan diproduksi Juli tahun depan.

"Ini ada Etana, dia kerja sama dengan China. Dengan platform mRNA, mereka akan produksi Juli tahun depan," papar Luhut dalam acara Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan, yang disiarkan melalui YouTube Farmalkes TV, Senin (30/8/2021).

Luhut menjabarkan ada 70 juta dosis vaksin yang bakal diproduksi Etana. Namun, sebenarnya Luhut meminta Etana dan perusahaan China bisa memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin.

Pasalnya, dia mengatakan vaksin dari Etana pasti akan dibeli pemerintah. Tiap tahunnya, menurut Luhut pemerintah mungkin akan butuh 200 juta dosin vaksin untuk disuntikkan ke masyarakat.

"Jumlahnya 70 juta dosis. Tapi, saya minta 100 juta, ini saya bilang pemerintah pasti beli. Jadi apa yang saya katakan tiap tahun ini vaksin akan disuntik ke 200 juta orang," ungkap Luhut.

Lalu, dengan perusahaan mana Etana akan memproduksi vaksin? Dalam catatan detikcom, Etana Biotech bekerja sama dengan perusahaan asal China Walfax Abogen. Vaksin yang diproduksi bernama ARCov.

Perkembangan terakhir, vaksin ini sedang dalam tahap uji klinik fase 3 dan sedang disiapkan sarana produksi untuk proses transfer teknologi.

Selain Etana, ada juga beberapa perusahaan lainnya dalam paparan Luhut yang akan memproduksi vaksin di dalam negeri. Mulai dari PT Kalbio Global Medica, PT Combiphar Dong-A Indonesia, PT Biotis Pharmaceutical Indonesia, dan PT Bio Farma.

Sebelumnya, Luhut menyatakan ada pabrik vaksin sedang dibangun di Indonesia. Dia mengatakan di bulan April 2022 akan ada produksi vaksin jenis mRNA yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia berkolaborasi dengan perusahaan China. Namun, Luhut tak menyebutkan perusahaan apa saja.

"Industri vaksin sudah kita dorong dan dibangun di Indonesia. Akan ada satu produksi di bulan April (2022), kerja sama, mRNA, itu kerja sama dengan Indonesia dan Tiongkok," papar Luhut dalam Rakerkornas Apindo, Selasa (24/8/2021).

(hal/eds)