ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

RI Punya Harta Karun, Jumlahnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 04 Sep 2021 11:15 WIB
Jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengalami penurunan Pada periode Januari-Juli 2021 jumlah wisatawan berkisar 19 ribu.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Jakarta -

Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA), Indonesia punya harta karun yang tersembunyi dan nilainya bikin geleng-geleng. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan nilai kekayaan laut Indonesia mencapai Rp 1.338 miliar atau setara dengan Rp 19.267 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.400.

Harta karun ini terdiri dari perikanan tangkap, budi daya hingga industri bioteknologi. Potensi ini harus dioptimalkan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

"Kira-kira kekayaan laut kita sekitar US$ 1.338 miliar per tahun, ini dari semua sisi dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan industri pengolahan dan seterusnya. Ini peluang, kita baru sentuh perikanan tangkap saja, kita belum sentuh bioteknologi," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja.

Pemanfaatan potensi kelautan ini juga menjadi prioritas Presiden Joko Widodo. Saat ini Indonesia termasuk pengekspor terbesar rumput laut, di mana sekitar 25% kebutuhan dunia berasal dari tanah air. Hanya saja, permasalahannya produk yang diekspor masih bahan mentah sehingga belum memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Padahal rumput laut memiliki produk turunan yang bernilai Rumput laut bisa menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan hingga tepung.

"Ini persoalan utama kita, padahal resources-nya laur biasa. Ini yang kita buka ayo kita sekarang gerak bersama resources kelautan menunggu anda semua," jelasnya.

Sjarief menambahkan seluruh pengusaha nasional terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) perlu memanfaatkan peluang ini.

"Kita eksportir terbesar tapi kita belum sentuh hilirisasi Ini peluang," ungkapnya.

Perlu diketahui, dari potensi kekayaan atau ekonomi sektor kelautan sebesar US$ 1.338 miliar ini, tersebar di 11 sektor, antara lain perikanan tangkap yang potensinya US$ 20 miliar, perikanan budidaya US$ 210 miliar, industri pengolahan US$ 100 miliar, industri bioteknologi US$ 180 miliar, energi dan sumber daya mineral termasuk garam dan BMKT US$ 210 miliar.

Selanjutnya, ada pariwisata bahari US$ 60 miliar, transportasi laut US$ 30 miliar, industri dan jasa maritim US$ 200 miliar, coastal forestry US$ 8 miliar, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil US$ 120 miliar, dan sumber daya non konvensional US$ 200 miliar.

(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT