KKP Tantang UMKM Buat Produk Olahan Ikan yang Cocok Temani Ngopi

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Minggu, 05 Sep 2021 21:02 WIB
Kontes Masterclass Ikan vs Kopi yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diikuti UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Kontes 'Masterclass Ikan vs Kopi' yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diikuti UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Kontes ini digelar untuk mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Tercatat 400 UMKM dan peserta dari berbagai latar belakang berpartisipasi dalam kontes yang telah dimulai sejak bulan Juli 2021. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti menerangkan dalam kontes tersebut UMKM produk olahan ikan diberi tantangan untuk menghasilkan produk perikanan yang bisa dinikmati dengan kopi.

"Ngopi kini menjadi gaya hidup, terutama dengan hadirnya kopi-kopi kekinian. Nah, kita challenge para UMKM untuk menyandingkan produk mereka dengan kopi. Alhamdulillah, animonya tinggi sekali dari kaum milenial. Selain UMKM, banyak pendaftar juga dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, dan para startup," ujar Artati dalam keterangan tertulis, Minggu (5/9/2021).

Artati mengulas setelah dinilai oleh tim juri, terpilih 10 besar peserta untuk diberikan pelatihan dan pendampingan. 10 besar tersebut, di antaranya Dean Suryatna dari Surabaya dengan produk tongkol puff pastry, Esti Elizabeth Titingguluri dari Yogyakarta dengan produk soes kering keju tenggiri, Ina Ratnawati dari Probolinggo dengan cookies ikan lemuru red velvet. Kemudian Jupandes dari Bogor dengan produk kukis sagu ikan tuna, Lucky Arnov dari Bitung dengan rica-rica tuna, Marwiyah dari Lampung dengan produk conus zea fish bar, Rani Meldiyani dari Sukabumi dengan produk coffee sea pie, Siska Puspita Sari dari Bireuen dengan fish fried food, Siti Purwanti dari Blitar dengan produk fish nut bar, dan Susi Mardiatin dari Purbalingga dengan produk egg roll abon ikan.

"Selama bulan Agustus, 10 peserta terbaik ini kemudian mengikuti beberapa rangkaian kelas yaitu kitchen class dengan Master Yongki yang spesialis kue dan pastry, lalu materi fotografi dan marketing serta manajemen finansial," ungkap Artati.

Kesepuluh peserta tersebut kemudian disaring lagi menjadi 3 finalis yang diumumkan pada Jumat (3/9). Mereka adalah Jupandes dari Bogor, Rani Meldiyani dari Sukabumi, dan Susi Mardiatin dari Purbalingga. Rencananya, pengumuman juara akan dilakukan bertepatan dengan kampanye Gernas BBI di Aceh, Rabu (8/9).

"Nanti juaranya akan diumumkan mengikuti rangkaian program BBI di Aceh tanggal 8 September," sebut Artati.

Salah satu peserta 10 besar yang tereliminasi, Esti Elizabeth Titingguluri mengaku banyak mendapatkan masukan menarik selama mengikuti kitchen class. Kendati tak masuk 3 besar, ia senang telah mendapatkan ilmu yang akan diterapkan untuk produknya.

"Saat kelas master kami diberikan banyak materi yang mendukung peningkatan produksi, saya akan berusaha menerapkan untuk proses produksi," urai Esti.

Pemilik produk soes kering keju tenggiri ini berharap kontes seperti ini bisa digelar secara rutin. Melalui kontes dan pelatihan tersebut, dia optimistis UMKM pengolah perikanan bisa semakin mandiri dan menghasilkan produk berkualitas.

"(Harapannya) kegiatan dilakukan berkala, untuk lebih mandiri dengan produk yang berkualitas," cetus Esti.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan pihaknya akan mendukung keberlangsungan UMKM sektor kelautan dan perikanan. Trenggono meminta jajarannya untuk terus membangun rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan ke depan.

Sebagai informasi, pengumuman pemenang 'Masterclass Ikan vs Kopi; akan disiarkan secara live di channel Youtube Ditjen PDSPKP di link https://bit.ly/LiveBBIAceh pada Rabu (8/9). Rencananya, Trenggono dan Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan akan menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang.

Lihat juga video 'Jerit Pelaku UMKM Saat Perpanjangan PPKM Level 1-4':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/hns)