Ada Nikita Mirzani dan Hotman Paris di Balik Holywings

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 16:02 WIB
Jadi Pemegang Saham Holywings, Hotman Paris Cairkan 4 Deposito
Ada Nikita Mirzani dan Hotman Paris di Balik Holywings

Kedai nasi goreng tersebut berdiri di sebuah ruko. Sayangnya hanya bertahan selama tiga bulan karena bisnis tersebut sulit berkembang. Akhirnya dia dan Eka mengambil langkah 'seribu' dan memutuskan untuk mengubah konsep bisnis. Keduanya mengajak tiga rekannya untuk membangun bisnis Holywings.

"Pada saat itu gua pikir nih, gua geber (Kedai Opa) mati, gua tahan gua mati juga. Habis itu gua sama Eka berpikir ya udah lah kita ganti konsep total. Ganti konsep total sesuai apa yang gua belajar dari China, minum sambil makan sambil live music," tuturnya.

Tak disangka konsep bisnis tersebut sukses hingga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun kepincut dengan Holywings. Pada Mei 2021 lalu, dia mengumumkan menjadi pemegang saham Holywings bersama artis Nikita Mirzani.

Hotman Paris dan Nikita Mirzani sudah melakukan pertemuan dengan jajaran Holywings untuk melakukan penandatanganan bergabungnya mereka.

"Sudah ditandatangani akta jual beli saham di mana Hotman Paris dan Nikita resmi sebagai pemegang saham dari Holywings, never stop flying," kata Hotman di The Breeze BSD City, Tangerang, (7/5) lalu.

Hotman Paris mengaku sampai mencairkan empat depositonya untuk membeli saham Holywings. Dia tidak mau menyebutkan berapa dana yang digelontorkan, namun yang jelas jumlahnya sangat besar.

"Sebulan ini lu tahu nggak kerja gua apa? Deposito gua, gua cairin habis-habisan ini 1 2 3 4 untuk bayar ke mereka ini. Pokoknya besar mana ada Hotman main saham miliar-miliar nggak mungkin lah pokoknya besar. (Triliun?) Enggak lah Aminin," ujar Hotman.

Begitu juga dengan Nikita Mirzani, yang tidak mau terang-terangan berapa dana yang digelontorkan demi membeli saham Holywings. "Kalau miliar iya pasti, tapi berapanya nggak bisa disebutin," tutur Nikita.

Keduanya juga kompak tidak mau menjelaskan berapa besar kepemilikan saham yang dibeli. Yang jelas, dia membeberkan jumlahnya tidak lebih dari 50%. "Berapa persen? Pokoknya banyak dah (setengah ada?) Nggak sampai lah orangnya banyak gini," imbuhnya.


(aid/fdl)