Pengamat Was-was Kereta Cepat bakal Sepi bak Bandara Kertajati, Loh Kenapa?

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 10 Sep 2021 16:34 WIB
Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Yuk lihat dari dekat berbagai sisi bandara ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan rute perjalanan Jakarta-Bandung tengah menjadi sorotan. Kali ini, pengamat transportasi mewanti-wanti agar hasil proyek tersebut jangan sampai seperti Bandara Kertajati yang sepi dan akhirnya dialih fungsikan sebagai bengkel pesawat.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, kereta cepat yang saat ini masih dalam tahap pembangunan tak menutup kemungkinan bernasib sama dengan Bandara Kertajati. Hal itu akan terjadi jika kereta cepat sepi pengguna karena tarif yang tinggi.

"Iya artinya keretanya kosong, padahal investasinya besar. Itu yang lebih urgensi. Sangat mungkin (bernasib sama seperti Bandara Kertajati," kata Darmaningtyas saat dihubungi detikcom, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, kondisi tersebut akan bergantung pada fleksibilitas tarif yang dipatok. Artinya, jika tarif tinggi maka peminat kereta cepat akan sedikit.

"Tapi itu akan bergantung pada tarif. Bedanya gini (dengan bandara) kereta cepat ini misalnya penumpangnya sepi, dia pasti akan menurunkan tarif supaya penumpang banyak. Jadi agak sedikit beda dengan Bandara Kertajati, kalau bandara itu kan sangat tergantung pada akses ke sana. Tapi kalau kereta cepay ini sangat tergantung pada tiket, ini soal mekanisme pasar," ujarnya.

Seperti diketahui, tarif kereta cepat sempat disebutkan tidak akan lebih dari Rp 300 ribu. Darmaningtyas mengusulkan tarif tersebut untuk diturunkan hingga Rp 150 ribu.

"Itu diserahin ke mekanisme pasar saja. Kalo misalya Ro 200 ribu masih sepi bisa diturunin jadi Rp 150 ribu. Kalau masih sepi turunin lagi pada angka berapa ramainya, itulah tarif yang pas," tuturnya.



Simak Video "Rencana Besar Bandara Kertajati: Punya Bengkel Pesawat-Cargo Village"
[Gambas:Video 20detik]