Pemilik Shopee Cari Modal Gede Banget Rp 89 T, Buat Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 10 Sep 2021 16:50 WIB
Shopee
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Perusahaan e-commerce dan game Sea Ltd sedang mencari pendanaan sebesar US$ 6,3 miliar atau Rp 89,4 triliun (kurs Rp 14.200), dalam bentuk saham dan penjualan obligasi konversi.

Itu adalah penggalangan modal raksasa kedua yang dilakukan oleh pemilik Shopee dalam waktu kurang dari setahun. Mereka ingin meningkatkan ekspansi global dengan menguji kemungkinan pasar baru, dan yang terbaru di antara banyak kesepakatan di Asia Tenggara. Demikian dikutip detikcom dari Reuters, Jumat (10/9/2021).

Pemilik Shopee itu ingin menjual 11 juta American Depository Receipts dengan opsi untuk menawarkan 1,65 juta lebih sebagai bagian dari apa yang disebut opsi greenshoe. Hal itu disampaikan oleh perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dalam pengajuan peraturan pada hari Kamis.

Mereka juga mengumpulkan US$ 2,5 miliar dalam obligasi konversi yang memiliki greenshoe senilai US$ 375 juta. Pada penutupan harga saham Sea sebesar US$ 343,8 di New York pada hari Rabu, penjualan saham dapat meningkatkan hingga US$ 3,8 miliar.

Kesepakatan gabungan itu akan menjadi peningkatan modal terbesar yang pernah ada untuk perusahaan Asia Tenggara menurut data Refinitiv.

Mengingat Sea memiliki hampir US$ 7 miliar uang tunai di neraca pada akhir semester I, kesepakatan tersebut diperkirakan oleh direktur Aequitas Research, Sumeet Singh akan meningkatkannya menjadi hampir US$ 13 miliar.

Sea, sebagai perusahaan terbesar di antara semua perusahaan Asia Tenggara berdasarkan nilai pasar berencana menggunakan dana tersebut untuk tujuan umum perusahaan, termasuk investasi strategis dan akuisisi.

Shopee Sea berencana untuk memperluas bisnisnya ke Eropa dan India. Akhir tahun lalu, Sea juga mendapatkan lisensi bank digital penuh di Singapura.

(toy/ara)