Brexit Bisa Bikin Rak Supermarket di Inggris Kosong Melompong!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 09:22 WIB
Parlemen Inggris Kembali Tolak Semua Opsi Brexit
Foto: DW (News)
Jakarta -

Dampak buruk kebijakan Brexit mulai dirasakan di Inggris, di mana dampak mulai terasa di industri ritel makanan. Paling berat muncul di sektor rantai pasok makanan di Inggris, bahkan di musim panas ini produsen makanan kesulitan mengantarkan barang-barangnya ke supermarket.

Wakil Ketua East Scotland Growers (ESG) Iain Brown menyatakan pihaknya mengalami kelebihan suplai produk makanan karena lambatnya pengiriman. Bahkan dia mengatakan harus membuang sebagian produksinya selama seminggu.

Menurut Brown, dua cabang penting dari bisnisnya, produksi dan distribusi terkena dampak Brexit, yang membuat kurangnya tenaga kerja dari Eropa karena kebijakan perbatasan ketat Brexit.

"Lemari kami tidak memiliki cukup ruang untuk menampung hasil panen kami, jadi kami harus membuang produksi selama seminggu. Dan kami tidak memiliki cukup pekerja untuk memanen tanaman sayuran kami," ujar Brown dilansir dari CNN, Senin (13/8/2021).

Kerugian secara material pun sudah dirasakan koperasi ESG yang dikelola Brown, tanpa adanya pekerja yang jadi pengemudi truk untuk distribusi pihaknya harus membuang produksi selama seminggu dengan perkiraan kerugian US$ 1,4 juta.

Brown juga mengatakan di proses produksi pihaknya kesulitan mencari tenaga kerja. Biasanya, banyak orang Rumania dan Bulgaria yang datang untuk dipekerjakan di ladang-ladang untuk memanen sayuran.

Kekurangan pekerja dari Eropa di area vital ini berarti kerugian finansial bagi bisnis dan bisa saja membuat rak kosong di supermarket saat Inggris bergegas menuju Natal.

Lihat juga video 'Produk Prancis Disingkirkan dari Rak Supermarket di Yordania':

[Gambas:Video 20detik]