Mentan Dorong Optimalisasi Panen Padi Varietas Unggul di Mempawah

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 10:28 WIB
Kementan
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat merupakan kabupaten strategis dengan kontur tanah subur dan berpotensi meningkatkan produksi nasional di atas angka rata-rata. Bahkan, Mempawah memiliki air yang melimpah serta potensi pintu ekspor yang terbuka lebar.

"Dan saya yakin lahan di sini adalah yang menemukan sumber ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Tanaman pangan menjanjikan, perkebunan menjanjikan dan tentu saja ekspor juga sangat menjanjikan," ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).

Saat menghadiri panen padi varietas unggul baru (VUB) Inpari 32 di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Minggu (12/9) itu Syahrul menambahkan dengan kondisi tersebut, penggunaan varietas unggul baru perlu dimanfaatkan petani untuk mendukung panen raya di atas 3 kali dalam semusim. Terlebih pertanian saat ini telah menggunakan metode modern.

"Tadi ada permintaan untuk traktor kita kasih dan alat mesin pertanian lain juga kita kasih. Tapi yang paling penting dari semua ini adalah mengkorporasikan semua komponen menjadi kekuatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Syahrul didampingi Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Komisi IV DPR. Ia turut menyaksikan proses panen dengan teknologi dan mekanisasi yang diperkirakan mencapai 7,2 ton/ha. Sebagai Mentan, Syahrul menyampaikan dirinya perlu mendukung berbagai potensi pertanian yang ada, termasuk di Mempawah.

"Saya bersama Pak Wagub mencoba mengoptimalisasi apa yang ada, mulai dari menata budi daya, memetik dan mengolah. Saya selaku Mentan harus bisa mensuportnya dan menemukan berbagai potensi yang ada. Termasuk hasil panen padi yang memuaskan," ujar Syahrul.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPR RI, Yessy Melania mengapresiasi langkah Syahrul terhadap kondisi para petani di dapil miliknya. Ia berharap dukungan dan bantuan pemerintah mampu menjadikan Kalimantan Barat sebagai provinsi lumbung pangan nasional.

"Kementan di bawah Pak Menteri ini sangat luar biasa. Kita bangga sekali karena ketahanan pangan tetap survive meski Indonesia dilanda pandemi. Kehadiran Pak Menteri luar biasa dan ini bentuk kehadiran negara di Kalbar. Tentu harus ada dukungan moril dari semua pihak, jangan sampai negara kita lapar di tengah pandemi," ungkapnya.

Senada dengan Yessy, Anggota Komisi IV lainnya, Maria Lestari mengungkapkan usaha jajaran Kementan dalam menyediakan pangan patut diapresiasi oleh semua pihak. Apalagi setelah Indonesia keluar dari krisis berkepanjangan berkat dukungan sektor pertanian.

"Pangan adalah isu strategis bagi negara berkembang seperti Indonesia. Perhatian pada aspek ketahanan pangan sangat penting apalagi disaat pandemi ini, hanya sektor pertanian yang diunggulkan. Selain itu prioritas perbaikan ketahanan pangan adalah fokus utama kita dan harus jadi perhatian bersama," pungkasnya.



Simak Video "Ke Boyolali, Mentan Dorong Integrated Farming Berjalan Optimal"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ara)