Praktik Pungli Oknum Dishub DKI Dalam 3 Babak

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 07:25 WIB
Infografis satgas saber  pungli
Ilustrasi/Foto: Infografis detikcom/Denny
Jakarta -

Pungli alias pungutan liar belum juga hilang di bumi pertiwi. Kali ini praktik pungli terungkap dilakukan oleh PNS di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kasus ini diungkap oleh Forum Warga Kota Jakarta Fakta. Praktik pungli menimpa Eko Saputra selaku sopir bus yang membawa warga Kampung Penas Tanggul Jakarta Timur yang mau divaksin di bilangan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Berikut ini 3 kronologi soal praktik pungli Dishub DKI Jakarta:

1. Bus Disetop di Jalan

Insiden pungli yang dialami Eko, dimulai saat Selasa 7 September dia mengantar warga untuk vaksin. Dia diminta menjadi sopir bus pengganti untuk mengantar warga untuk vaksin. Perusahaannya diminta panitia salah satu sentra vaksin di Jakarta untuk mengantar jemput warga yang mau vaksin.

Tak ada yang janggal sejak awal, dia menjemput para warga untuk menuju sentra vaksin di Hotel Sheraton Mulia. Namun, di tengah jalan dia mengatakan petugas Dishub menghentikan busnya. Lokasi persisnya dia diberhentikan di dekat Mal ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

"Kita jalan menuju arah Hotel Sheraton di Gunung Sahari. Nah waktu sampai ITC Cempaka Putih saya disetop sama Dishub, saya minggir dan hampiri petugas itu. Minta izin saya, ndan saya mau lewat antar warga vaksin," cerita Eko dalam forum diskusi virtual, Senin (13/9/2021).

Eko menjelaskan saat diberhentikan dirinya diminta untuk menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara. Dari mulai data penumpang, hingga kelengkapan dokumen busnya.

Katanya, petugas Dishub menemukan kejanggalan dan ketidaklengkapan pada dokumen kendaraan bus. Eko berdalih, dirinya hanya sopir pengganti tidak tahu menahu masalah dokumen kendaraan. Dia hanya membawa dokumen yang disediakan saja di pool bus.

"Mereka ada 5 orang tanyakan surat-surat. Mereka katanya nemu ada surat yang meragukan dan tidak lengkap. Dia tanya, ini bos kamu dapat dari mana ini dokumen, saya bilang saya cuma sopir pengganti kurang paham," papar Eko.

Karena masalah dokumen ini, menurut Eko, pihak Dishub langsung mengatakan akan menarik dan mengandangkan mobil bus yang dibawa Eko. Tapi Eko menolak, dia meminta untuk mengantarkan para warga ke tempat vaksin dahulu baru menyelesaikan masalahnya.