Holding BUMN UMi Bisa Dongkrak Daya Saing UMKM di Pasar Global

Syahputra Eqqi - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 10:18 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan menyambut baik terbentuknya holding ultra mikro (UMi) antara Bank BRI, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Pegadaian. Menteri Koperasi dan UKM era Presiden SBY ini memandang langkah tersebut sebagai bentuk transformasi kelembagaan BUMN yang diharapkan dapat mendongkrak daya saing pelaku dan produk UMKM sehingga mampu berkompetisi di pasar global, serta berkontribusi pada perekonomian nasional.

"Saya sangat mendukung terbentuknya holding UMi ini. Langkah ini adalah sebuah terobosan yang baik dalam rangka membentuk ekosistem usaha mikro yang berdaya saing. Memang sudah seharusnya negara memberikan prioritas dan mengarusutamakan pemberdayaan sektor mikro. Hal ini tidak hanya dikarenakan potensi lapangan pekerjaan yang tercipta, namun juga daya dukungnya bagi penerimaan negara sangatlah besar. Sudah saatnya sektor mikro kita berdaya saing," ungkap Syarief dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Politisi senior Partai Demokrat ini menambahkan, UMKM menjadi sektor usaha yang paling terdampak pandemi, sehingga diperlukan adanya skema mitigasi dan solusi yang berkelanjutan. Integrasi ketiga perusahaan negara ini menjadi langkah jitu untuk membangun sektor mikro yang maju dan kompetitif.

Selain itu, secara konseptual, ketiga BUMN ini memiliki best practices dan kompetensi di bidangnya. Bank BRI memiliki jangkauan sampai ke pelosok, hal ini menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan dengan baik bagi para pelaku usaha mikro yang memiliki akses pendanaan yang terintegrasi dengan sektor perbankan. Di sisi lain, PNM memiliki program Mekaar yang mampu melakukan pembinaan dan penyaluran kredit produktif. Hal ini semakin diperkuat pula oleh keberadaan Pegadaian yang telah menjadi bagian integral dari masyarakat dalam mengakses pembiayaan.

Menurut Syarief, salah satu strategi peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM adalah dengan fasilitasi persaingan di mancanegara. UMKM tidak hanya bermain di ranah domestik namun mampu menembus pasar luar negeri. Selain memperluas potensi pasar (share market), ini juga akan menjadi pemicu agar UMKM terus berbenah diri, meningkatkan kualitas, dan terlibat dalam rantai pasok global (global value chain). UMKM berorientasi ekspor dapat memanfaatkan perkembangan sektor digital yang juga sedang tumbuh signifikan agar mampu melakukan penetrasi pasar secara lebih luas.

"Tinggal tantangannya adalah bagaimana membuktikan skema holding ini memang solusi yang tepat untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan jangkauan pasar produk-produk UMKM. Kita tidak boleh hanya berpuas diri dengan restrukturisasi kelembagaan semata, namun apa dampak positif yang akan terjadi bagi pelaku dan produk UMKM. Langkah yang patut menjadi prioritas adalah meningkatkan keberpihakan kemudahan, dan tetap konsisten dalam pendampingan. Langkah holding ini adalah awalan yang baik, tinggal bagaimana memastikan semua perencanaan dan harapan tercapai," pungkas Syarief.

Lihat juga video 'Wapres: UMKM Industri Halal Perlu Dukungan untuk Penuhi Pasar Ekspor':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ara)