Manfaatkan PaDi, Mitra Koperasi Inalum Raih Omzet Rp 100 Juta/Bulan

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 17 Sep 2021 21:02 WIB
MIND ID
Foto: MIND ID
Jakarta -

PT Inalum (Persero) mendorong pengusaha lokal untuk menggunakan aplikasi Pasar Digital (PaDi) UMKM yang telah diluncurkan Kementerian BUMN. Melalui PaDi, UMKM dapat memperoleh peluang mendapatkan transaksi dari BUMN.

Selain itu, PaDi juga meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Pada periode Januari-September 2021, 44 mitra telah terdaftar di PaDi UMKM dan total belanja Inalum sebesar Rp 1,5 miliar.

Direktur Pelaksana Inalum Operating, Sophia Wattimena mengatakan Inalum terus berupaya mendukung peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian bangsa. Sophia menilai hadirnya PaDi dapat mendorong potensi UMKM di Indonesia ke depannya agar tumbuh positif.

"Inalum Operating terus mendorong vendor lokal untuk berinovasi dan meningkatkan kapasitas organisasi agar bisnisnya berkembang. Platform PaDi memberi kemudahan dan transparansi baik bagi UMKM maupun Perusahaan sehingga masing-masing pihak tercipta kerjasama yang saling menguntungkan," ujar Sophia dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Salah satu mitra Inalum, Koperasi Pemasaran Berkah Sejahtera Gemilang pun ikut bergabung dalam PaDi. Melalui PaDi, Sekretaris Koperasi Berkah Sejahtera Gemilang, Yosep Rizal menyampaikan koperasi ini menjual berbagai jenis hasil masyarakat daerah mulai dari pupuk hingga makanan.

"Kami koperasi yang bergerak di bidang pemasaran. Kami memberdayakan anggota dan masyarakat sekitar untuk menjualkan barang yang mereka produksi. Seperti pupuk, alat kebutuhan kebersihan sampai makanan dan minuman," katanya.

Lebih lanjut Rizal menjelaskan koperasi ini telah lama bermitra dengan Inalum. Biasanya, koperasi memasok kebutuhan Inalum mulai dari makanan dan minuman siap saji. Namun, Rizal mengatakan koperasi juga menyediakan kebutuhan catering dan kue-kue kering untuk Inalum.

"Kami sudah lama bermitra dengan Inalum. Kami memasok kebutuhan Inalum seperti kebutuhan pokok karyawan. Selain itu, kami juga biasanya menyediakan catering dan kue-kue jika Inalum ada acara atau tamu," paparnya.

Soal awal mula bergabung PaDi, Rizal mengaku tergerak mengikutsertakan koperasi bergabung ke PaDi karena di bawah naungan BUMN. Pasalnya menurut Rizal, kerja sama dengan BUMN masih menjadi hal yang awam bagi UMKM. Padahal, kerja sama ini dapat mendorong UMKM untuk berperan dalam memenuhi kebutuhan BUMN.

"Mulanya kita liat dari websitenya PaDi. Kita tertarik di bawah BUMN. Prosesnya nggak sulit. Kita coba masuk, dan beberapa kali transaksi itu nggak ada kendala, pemesanan, pengiriman dan pembayarannya juga lebih jelas. Alhamdulillah saat ini keterlibatan kami menunjukan hasil positif," ungkap Rizal.

Saat bergabung PaDi, Rizal mengaku transaksi koperasi jadi lebih jelas. Apalagi ada tender yang dibuka secara transparan oleh BUMN sehingga menjadi peluang bagi UMKM untuk berpartisipasi.

"Di situ juga ada tendernya. Kita bisa ikut dari apa bidang yang kita geluti. Disatu sisi, BUMN sendiri bisa langsung melihat apa saja produk yang dijual oleh UMKM. Jadi, ini langsung memudahkan proses transaksi," katanya.

Rizal mengatakan PaDi membuat proses transaksi jadi lebih mudah karena dilakukan secara online. "Kami jual, barang dikirim, kita lakukan tagihan lalu langsung keluar kapan tanggal dibayarnya. Jadi ada kepastian," imbuhnya.

Selain itu, PaDi juga mendorong omzet koperasi kian melonjak. Sejak bergabung PaDi, koperasi telah membukukan pertumbuhan penjualan yang fantastis. Sebelumnya, omzet koperasi per bulan hanya Rp 25 juta, sedangkan saat ini omzet koperasi bisa mencapai Rp 100 juta.

"Kami senang dengan adanya PaDi. Sehingga BUMN bisa melihat langsung produksi UMKM. Kami juga bisa menyediakan kebutuhan BUMN se-Indonesia. Tender juga langsung tidak terbatas di satu provinsi dan satu pengusaha saja. Ini bisa menjadi wadah yang baik untuk UMKM," pungkas Rizal.

(ega/hns)