Terpopuler Sepekan

Terlanjur Betah, Pandemi Bikin Pegawai Ogah Balik ke Kantor

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 18 Sep 2021 14:45 WIB
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat kebanyakan pegawai kantoran harus menjalankan work from home (WFH). Namun berdasarkan survei BBC, kini setelah dunia menghadapi tahun kedua pandemi, kebanyakan karyawan tidak ingin kembali bekerja di kantor penuh waktu alias 100% WFO (work From Office) meski pandemi virus corona telah usai.

Survei tersebut dilakukan kepada 1.684 orang. Sebanyak 70% memperkirakan bahwa kebijakan untuk kembali bekerja di kantor sepenuhnya atau 100% WFO mungkin tidak akan terjadi.

Melansir dari BBC, Sabtu (18/9/2021), mayoritas pekerja mengatakan bahwa mereka lebih suka bekerja dari rumah baik penuh waktu atau setidaknya sebagian WFH-WFO.

Meski demikian, di sisi lain para manajer atau pemimpin perusahaan mengemukakan kekhawatiran bahwa kreativitas di tempat kerja akan terpengaruh.

Setengah dari 530 pemimpin senior yang juga disurvei oleh organisasi jajak pendapat YouGov untuk BBC mengatakan bahwa pekerja yang tinggal di rumah akan berdampak buruk pada kreativitas dan kolaborasi perusahaan.

Sejumlah Bos dari perusahaan besar seperti bank investasi Goldman Sachs dan raksasa teknologi Apple secara tegas telah menolak seruan untuk lebih banyak fleksibilitas dalam bekerja. Bahkan menyebut bekerja dari rumah sebagai "penyimpangan".

Sebagai informasi, di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson merekomendasikan untuk melanjutkan "kembali bekerja secara bertahap" selama beberapa bulan ini ketika pembatasan virus corona mulai mereda. Sedangkan di seluruh Britania Raya, orang-orang masih disarankan untuk tetap bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan.

Karenanya saat ini banyak masyarakat di Inggris yang sedang berdebat apakah mereka perlu untuk benar-benar kembali ke kantor sepenuhnya atau tidak.

(eds/eds)