'Sultan' AS Terbukti Bunuh Temannya, Terbongkar Lewat Film Dokumenter

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 18 Sep 2021 21:36 WIB
Ilustrasi Napi Transgender di Penjara Pria
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStock
Jakarta -

Miliuner asal Amerika Serikat (AS) Robert Durst terbukti membunuh temannya bernama Susan Berman pada tahun 2000. Dia juga diduga telah membunuh tiga orang di tiga negara bagian AS selama 39 tahun terakhir.

Mengutip Reuters, Sabtu (18/9/2021) Durst yang kini berumur 78 tahun kemungkinan akan mati di penjara karena Juri persidangan juga menyatakan dia bersalah karena telah membunuh saksi. Dia diprediksi bisa dapat hukuman penjara seumur hidup.

Meski demikian putusan hukuman belum ditetapkan. Hakim Pengadilan Tinggi Mark Windham menetapkan sidang putusan hukuman pada 18 Oktober mendatang.

Nantinya dalam persidangan itu ada sembilan juri wanita dan tiga pria yang telah berunding selama tujuh setengah jam selama tiga hari. Durst kemukinan tidak hadir dalam pembacaan vonis karena berada di ruang isolasi usai terpapar COVID-19.

Kronologi akhirnya Durst bisa tertangkap, setelah enam tahun pengakuan yang ditayangkan dalam serial dokumenter HBO "The Jinx,". Di sana Durst tertangkap basah berkata, "Apa yang saya lakukan? ... Bunuh mereka semua, tentu saja."

Jaksa John Lewin, yang telah mengejar Durst selama bertahun-tahun, memuji film "The Jinx" karya Andrew Jarecki dan Marc Smerling atas wawancara terbuka dengan Durst. Lewin pun menyebut Durst sebagai psikopat narsis yang membunuh Berman dalam upaya untuk menutupi hilangnya istrinya, Kathleen McCormack Durst, di New York pada tahun 1982.

Durst hanya diadili karena membunuh Berman di California, tetapi jaksa berpendapat dia membunuh tiga orang. Mulai dari istrinya yang hilang, Berman dan seorang tetangganya di Texas yang menemukan identitas Durst saat bersembunyi dari hukum.

Selain audio "The Jinx", ada dua bukti lain. Salah satunya adalah rekaman kesaksian Nick Chavin pada tahun 2017, seorang teman yang mengatakan bahwa Durst mengakui kepadanya pada tahun 2014 bahwa dia telah membunuh Berman.

Durst juga diduga menulis surat tulisan tangan kepada polisi Beverly Hills dengan kata "mayat" dan alamat Berman, mengarahkan mereka ke tubuhnya yang belum ditemukan. Tetapi Durst telah membantah menulis catatan itu.

Durst adalah cucu dari pendiri The Durst Organization, salah satu perusahaan real estate utama di New York City. Kini perusahaan itu dijalankan oleh saudaranya, Douglas Durst. Saudaranya itupun mengaku bahwa dirinya terancam dibunuh juga.

"Dia ingin membunuhku," katanya saat persidangan.

(hns/hns)