Nelayan Takut Melaut Gegara Kapal China, Intip Produksi Perikanannya Natuna

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 19 Sep 2021 15:12 WIB
Video nelayan disebut berhadapan dengan kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara. (Screenshot video viral)
Foto: Video nelayan disebut berhadapan dengan kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara. (Screenshot video viral)
Jakarta -

Perairan Natuna memanas. Para nelayan kini mengaku mulai takut melaut, sebabnya beberapa kapal China belakangan ini mondar-mandir di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Hal itu diketahui dari sebuah video yang viral baru-baru ini. Video itu menunjukkan beberapa nelayan lokal yang sedang melaut berhadapan dengan kapal perang China di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Laut Natuna Utara. Kehadiran kapal China yang berdimensi sangat besar itu membuat para nelayan takut melaut.

Hasil laut sendiri memang menjadi komoditas andalan masyarakat di sekitar Natuna. Melansir data BPS Kabupaten Natuna, Minggu (19/9/2021), di tahun 2019 hasil tangkapan ikan di sana mencapai 100 ribu ton lebih, tepatnya 104.879,82 ton.

Hasil tangkapan terbanyak di Natuna adalah cumi-cumi, jumlahnya mencapai 20.289,52 ton. Kemudian diikuti ikan kerapu sebesar 5.791 ton dan ikan kurisi sejumlah 5.154,55 ton.

Dari sisi peralatannya, kebanyakan masyarakat Natuna melakukan penangkapan dengan metode bubu ikan. Alat tangkapnya mencapai 11.602.

Kemudian penggunaan alat pancing juga cukup banyak. Jumlahnya, untuk pancing ulur mencapai 3.352 alat dan pancing tonda 2.658 alat.

Di sisi lain, masyarakat Natuna juga melakukan produksi ikan budidaya, jumlah produksinya mencapai 266,86 ton per tahun 2019.

Mulai dari budidaya ikan laut, ikan air payau, rumput laut, hingga ikan air tawar. Paling besar adalah produksi budidaya ikan laut dengan jumlah mencapai 203,34 ton.

(hal/zlf)