Kementan Respons soal Polemik Stok Jagung & Harga yang Meroket

Nurcholis Maarif - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 10:16 WIB
Pandemi Corona masih terus menghantui berbagai sektor perekonomian, salah satunya penjualan jagung kering di Grobogan, Jawa Tengah.
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Direktur Serelia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Moh. Ismail Wahab menegaskan data stok jagung hingga 2,3 juta ton di lapangan benar adanya. Ini untuk merespon keraguan data stok jagung.

Menurut Ismail, Kementan melakukan update data stok jagung secara reguler setiap minggunya. Bahkan ada dua unit kerja yang secara aktif melakukan, yaitu Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Data dan Informasi Pertanian.

"Badan Ketahanan Pangan melakukan survei periodik stok jagung di pengepul, gudang GPMT, dan pasar. Sedangkan Pusdatin kami secara langsung melalui mantri tani dan harmonisasi data BPS. Datanya sama," tegas Ismail dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Oleh karenanya Ismail mengatakan Kementan siap menunjukkan lokasi gudang dan sentra yang saat ini memiliki stok jagung bila ada pihak lain yang ingin segera membantu distribusi jagung.

"Masalahnya saat ini bukan produksi, namun distribusi jagung ke peternak yang terhambat. Kami punya data stok, silahkan tanya kami bila benar ingin menyelesaikan perkara jagung peternak mandiri," tandas Ismail.

Ismail mengakui bahwa memang ada kecenderungan pabrik pakan besar dan pengepul untuk menyimpan jagung dalam jumlah besar. Ini mengingat adanya kekhawatiran supply jagung untuk produksi pakan terganggu dan kondisi harga jagung pasar dunia yang sedang tinggi.

"Harga jagung di petani masih tinggi, karena pabrik juga masih berani membeli tinggi. Sementara harga pasar dunia naik 30%. Saya kira regulator harga jagung harus melakukan intervensi aktif. Kasian peternak mandiri kita," ujarnya.

Selanjutnya Ismail menambahkan bulan September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah. Kementan mempersilahkan bila ada yang meragukan untuk mengecek sendiri ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memberi penjelasan soal polemik harga jagung mahal. Menurutnya pasokan barangnya tidak ada. Permasalahan mahalnya harga jagung ini terungkap ketika peternak Blitar menyampaikan keluhannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan Lufti merespons Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam yang mempersoalkan harga jagung mahal. Lalu Mendag mempertanyakan jika stok jagung memang ada tidak mungkin harganya meroket seperti sekarang ini.



Simak Video "Suroto Terima Bantuan 20 Ton Jagung dari Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ang)