Lagi! Sri Mulyani Sebut Hal Ini Perlu Diwaspadai, Negara Lain Sudah 'Diserang'

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 09:50 WIB
Poster
Lagi! Sri Mulyani Sebut Hal Ini Perlu Diwaspadai, Negara Lain Sudah 'Diserang'
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan inflasi kini menjadi hal yang harus diwaspadai di tengah masa pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Ekonomi di sejumlah negara, kata Sri Mulyani, sudah mendapat tekanan dari laju inflasi yang cukup liar. Ia tak ingin Indonesia mengalami hal serupa.

"Laju inflasi yang terjadi di berbagai negara menimbulkan suatu perhatian yang harus kita waspadai. Berbagai negara menghadapi komplikasi di mana pada saat ekonominya baru mulai akan pulih inflasinya sudah take over jauh lebih dominan," kata Sri Mulyani dalam APBN KiTa, Kamis (23/9/2021).

Ia lantas mencontohkan banyak negara yang ekonominya mendapat tekanan dari Inflasi. Korea Selatan, kata dia, mengalami inflasi 2,6% di masa pemulihan ekonomi. Hal ini tentu akan berdampak pada kebijakan moneter atau suku bunga negara tersebut.

"Brazil juga mengalami inflasi yang melonjak hingga bahkan 8% dan telah menyebabkan respon suku bunganya meningkat di 5,25% untuk bank sentralnya," kata Sri Mulyani.

"Rusia juga mengalami inflasi hingga 7% dan kita lihat disini respon dari kebijakan suku bunga nya sudah meningkat di 6,5%" sambungnya.

Selanjutnya Turki, Sri Mulyani mengatakan negara yang sedang berjuang dalam pemulihan ekonomi itu mengalami inflasi hingga 19,25%. Kondisi ini juga menyebabkan suku bunganya tidak mungkin mengalami penurunan dari 19%

"Even Mexico dalam hal ini juga terlihat inflasinya ada mendekati 6%" jelasnya.

Kembali ke dalam negeri, kata Sri Mulyani, saat ini Bank Indonesia (BI) masih bisa menjaga inflasi di level 1,59%. Ia mengatakan BI berjanji untuk bisa mempertahankan inflasi pada level 3,5%.

"Kita berharap bahwa Indonesia bisa tetap menjaga inflasi ini sehingga komplikasi terjadinya pemulihan ekonomi yang terancam oleh inflasi dapat kita hindari sehingga kita harapkan ekonomi Indonesia bisa memiliki pemulihan yang jauh lebih solid dan kemudian kuat yang memungkinkan masyarakat bisa mendapatkan kesempatan kerja dan pemulihan dari kesejahteraannya," tuturnya.

Simak juga Video: Saat Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Lebih Baik Dibanding Negara G20

[Gambas:Video 20detik]





(fdl/fdl)