Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp 550 T hingga Agustus, Turun 20,5%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 12:21 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Realisasi pembiayaan utang pemerintah atau tarik utang baru hingga Agustus 2021 mencapai Rp 550,6 triliun. Realisasi utang ini sebesar 46,8% dari target APBN sebesar Rp 1,177,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi pembiayaan utang relatif lebih kecil. Apalagi, telah mencapai Agustus.

"Dari yang di dalam UU APBN target utang tahun ini untuk defisit 5,7% dari GDP itu adalah di dalam UU APBN totalnya Rp 1.177,4 triliun. Kalau sekarang kita meng-issue Rp 550 triliun ini hanya 46,8%. Ini sudah bulan Agustus ya teman-teman media. Jadi ini jauh lebih kecil dari yang tadinya ditargetkan," katanya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (23/9/2021).

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhannya minus 20,5%. Realisasi pembiayaan hingga Agustus tahun 2020 adalah Rp 692,3 triliun.

"Kalau kita lihat growth-nya bahkan dibanding tahun lalu terjadi negatif growth dari pembiayaan utang kita yaitu 20,5%," katanya.

Sri Mulyani bilang, pembiayaan utang ini bisa turun karena adanya penyesuaian dari SBN neto. Target SBN neto dalam APBN adalah Rp 1.207,3 triliun. Meski demikian, realisasi hingga Agustus atau sudah lewat tengah tahun sebesar Rp 567,4 triliun atau 47% dari target.

"Ada penyesuaian target dari penerbitan surat berharga neto kita, kenapa itu bisa dilakukan, karena kita menggunakan sisa anggaran lebih tahun lalu," katanya.

Lihat juga video 'Jurus Sri Mulyani Tekan Utang RI dan Bunganya':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)