Mau Lolos Seleksi Prakerja? Simak Tips dan Trik dari 'Orang Dalam' Ini

Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 11:11 WIB
Prakerja Gelombang 19
Foto: Prakerja Gelombang 19 (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Penerima Program Kartu Prakerja gelombang 21 telah diumumkan. Dengan demikian realisasi penerimaan Program Kartu Prakerja hingga September 2021 ini telah mencapai 5,9 juta orang.

"Jadi kami baru saja menetapkan peserta gelombang ke 21 jumlahnya sehingga pada tahun 2021 ini update-nya 5,9 juta penerima pada tahun 2021, sedangkan tahun 2020 gelombang 1-11 itu total penerima kartu prakerja itu 5,5 juta orang," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja Denni Puspa Purbasari dalam live streamingnya, Kamis (23/9/2021).

Denni mengatakan, jumlah total pendaftar program kartu Prakerja hingga saat ini ada sekitar 75 juta orang. "Kemudian kalau bicara tentang jumlah pendaftar total, ini kalau mulai dari masuk email itu 75 juta user," ujarnya.

Artinya jika dihitung penerima tahun 2020 ditambah dengan penerima di tahun 2021 kemudian dikurangi dengan jumlah user pendaftar, maka ada sekitar 63,4 juta pendaftar yang belum beruntung mendapatkan program kartu Prakerja ini.

Meski demikian, jangan khawatir karena pemerintah masih akan memperpanjang Program Kartu Prakerja hingga akhir tahun. Jadi masih ada kesempatan bagi masyarakat lain untuk mendaftar di gelombang selanjutnya.

Adapun Denni membagikan sejumlah tips dan trik agar peserta bisa lolos seleksi Prakerja. Dia mengatakan, tips pertama agar lolos Prakerja yaitu join batch (gelombang).

"Yang paling penting selalu join batch. Sering kali teman-teman itu sudah masukkin data tapi kemudian lupa untuk klik join batch," katanya.

Setelah itu, peserta wajib memastikan data identitas yang dimasukkan benar termasuk email. "Jangan salah ketik. Karena begitu salah ketik pasti tidak bisa di proses selanjutnya," ujarnya.

Kemudian, peserta harus memastikan bukan dari bagian dari kelompok yang tidak boleh menerima kartu Prakerja seperti Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepala Desa dan perangkat desa dan Direksi, Komisaris, serta Dewan Pengawas pada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah.

"Terutama pada kelompok-kelompok yang pada saat masa pandemi ini memang kita diminta untuk tidak saling overlap antar bantuan, karena kan yang terdampak pandemi ini sangat besar. Kemudian teman-teman pastikan ketika menjawab pertanyaan untuk test motivasi dan kemampuan dasar itu juga menjawab dengan sebaik-nya," jelasnya.

Dia mengatakan, ada juga yang tidak lolos Prakerja karena keterangan NIK terdaftar di bantuan lain atau masih terdaftar di Perguruan Tinggi. Maka pihak penyelenggara tidak bisa meloloskan dan peserta harus melakukan klarifikasi kepada pihak terkait.

"Sebetulnya tipsnya hanya itu. Kalau teman-teman belum mendapatkan program kartu Prakerja, itu kan disebelah kanan ada keterangan. Kalau keterangannya bunyinya misalkan 'NIK Anda sudah terdaftar di Kementerian apa gitu' nah itu artinya teman-teman kita tidak bisa meloloskan, karena kalau kami meloloskan artinya kami telah melanggar aturan," tuturnya.

"Jadi kalau misalnya saja teman-teman sesungguhnya sudah lulus kuliah tapi 'kok masih dicatat sebagai mahasiswa aktif' nah silahkan kemudian teman-teman bisa melayangkan pertanyaan tersebut kepada Kemendikbud. Sama halnya kalau teman-teman penerima bantuan sosial, maka silahkan karena situasi tidak seperti itu (tidak mendapat bantuan) tolong layangkan pertanyaan kepada Kemensos. Karena prakerja hanya menggunakan informasi dari K/L," sambungnya.

Sementara itu, jika keterangan yang ada dalam pengumuman menyatakan 'Anda belum lolos gelombang' artinya peserta harus bersabar dan menunggu gelombang selanjutnya. Denni menyebut, Program Kartu Prakerja akan berlanjut hingga tahun 2022 sesuai dengan Nota Keuangan RAPBN yang sudah disebutkan.

"Sudah saya sampaikan pendaftar kartu Prakerja sangat besar sehingga di sini tidak semuanya mendapatkan. Jadi teman-teman tolong bersabar, ada kesempatan gelombang-gelombang yang akan datang. Tahun depan juga kartu prakerja akan berlanjut sesuai dengan apa yang telah disampaikan di nota keuangan RAPBN, jadi bersabar saja," tutupnya.

(zlf/zlf)