Taufik Hidayat Terabas Jalan Lumpur Ajak Warga Pelosok Nabung Emas

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Sabtu, 25 Sep 2021 22:12 WIB
Mantri BRI di Lampung
Foto: detikcom/Agung Pambudhy
Jakarta -

Setelah BRI-PNM-Pegadaian dilebur dalam Holding Ultra Mikro, para mantri BRI memiliki 'misi' baru. Mereka turut mengedukasi para nasabah terkait produk dari entitas lainnya, khususnya produk tabungan, investasi, dan gadai emas di Pegadaian.

Sekira pukul 7 pagi setiap harinya, Taufik Hidayat sudah siap berangkat kerja. Jika tak ada keperluan datang ke kantor BRI Unit Gotong Royong di Desa Terbanggi Subing, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, ia langsung tancap gas menemui nasabah.

Kepada detikcom, Taufik mengatakan nasabahnya tersebar di beberapa wilayah, antara lain Desa Fajar Bulan, Mulyo Haji, dan Komering Agung. Terkadang ia harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer dihitung dari kantor BRI Unit Gotong Royong untuk sampai ke nasabah.

Ayah dari satu orang anak ini menuturkan, tantangan yang harus dihadapi untuk menemui sejumlah nasabah bukan hanya soal jarak, tapi medan jalan yang menguras energi. Ia harus membelah perkebunan sawit dengan permukaan jalan tanah yang licin, ada pula jalanan berbatu dan bergelombang yang getarannya menguji kekuatan fisik Taufik.

Kondisinya semakin sulit jika Lampung Tengah diguyur hujan. Tanah menjadi licin dan lembek, membuat roda motor Taufik sulit melintas. Oleh sebab itu, ia selalu sedia sandal jepit agar sepatu kerja tak belepotan tanah ketika sampai ke rumah nasabah.

"Kalau ban selip di tengah kebun sawit sih sering. Habis hujan tanahnya basah, ya ban motor sulit lewat. Tapi Alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai jatuh atau kenapa-kenapa di jalan," cerita Taufik.

"Sering juga pulang malam hari lewat kebun sawit. Nggak ada lampu sama sekali, saya lewat sendirian gelap-gelapan. untungnya jalannya tidak banyak cabang, jadi mudah diingat," lanjutnya.

Setelah adanya Holding Ultra Mikro, Taufik menyatakan dirinya aktif menginformasikan produk-produk dari Pegadaian, antara lain tabungan emas mulai dari 0,01 gram (sekitar Rp 10 ribu), investasi cicil emas, dan gadai emas. Ia juga mengedukasi nasabah soal mekanisme pembukaan dan pembayaran tabungan emas di Pegadaian

"Setiap ke nasabah sekarang saya jelaskan. 'Pak, bu sekarang BRI sudah gabung dengan PNM dan Pegadaian. Jadi bisa kalau mau investasi nabung emas'. Saya jelaskan kepada mereka," ungkap Taufik.

Ia mengaku setelah diberikan penjelasan lengkap, mayoritas nasabahnya tertarik untuk menabung emas di Pegadaian. Apalagi ketika mereka tahu layanan Pegadaian sudah bergabung di Unit BRI.

"Kebanyakan sih mau ya. Setelah saya jelaskan dan tahu produknya, mereka mau mulai nabung. Tapi kalau ada yang masih belum paham saya coba jelaskan lagi pelan-pelan," lanjut Taufik.

Taufik menyebut nasabah menyambut baik adanya Holding Ultra Mikro. Sebab, mereka kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan permodalan sekaligus berinvestasi melalui layanan yang terintegrasi.

detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air.


Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.

(ncm/ega)