Kemnaker Ingin Masyarakat di Kawasan Industri Tak Hanya Jadi Penonton

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 16:32 WIB
Kemnaker Ingin Masyarakat di Kawasan Industri Tak Hanya Jadi Penonton
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Caswiyono Rushdie meninjau Kawasan Agromaritim Teluk Weda. Kawasan ini menjadi salah satu dari 5 lokasi pilot project program pengembangan perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan di tahun 2021 yang memiliki karakteristik beragam.

"Perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan tahun 2021 ini sebagai upaya mentransformasikan program perluasan kesempatan kerja, dalam mengembangkan program tenaga kerja mandiri yang efektif untuk memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan," ujar Caswiyono dalam keterangan tertulis, Senin (27/8/2021).

Hal ini dia ungkapkan saat kunjungan ke Kawasan Agromaritim Teluk Wedha yang berada di Desa Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara pada Minggu (26/9).

Dalam dialognya dengan warga di kunjungan ini, Caswiyono menjelaskan yang terpenting dalam pengembangan kesempatan kerja berbasis kawasan adalah adanya dukungan lintas sektor dan partisipasi stakeholder di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Lembaga Keuangan, dan Pihak Swasta. Menurutnya, hal ini merupakan arahan dari Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

"Sesuai arahan Bu Menteri Ida Fauziyah, pengembangan usaha terintegrasi ini juga akan dilakukan, mulai dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran sehingga dapat memungkinkan terjadinya sustainability (keberlanjutan) usaha untuk membentuk sebuah ekosistem perluasan kerja yang efektif dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia pun mengungkap pihaknya tak hanya melatih dan menempatkan orang pada kawasan ini, akan tetapi juga memiliki tugas untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Menurutnya, selama ini Kemnaker memiliki program perluasan kesempatan kerja di dalam hubungan kerja dan di luar hubungan kerja atau kewirausahaan atau tenaga kerja mandiri.

Caswiyono menambahkan dalam menjalankan perluasan kesempatan kerja tersebut, Kemnaker menggandeng Institut Pertanian Bogor sebagai pendamping dan industri pengolahan logam nikel atau PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

"Kemnaker ingin masyarakat di seputar kawasan industri Weda tidak hanya menjadi penonton semata. Selain sebagian bekerja di IWIP, Kemnaker pun ingin memastikan masyarakat sekitar IWIP terberdayakan dan lebih sejahtera serta memperoleh nilai tambah dari investasi yang masuk di kawasan Weda," paparnya.

Sementara itu, Kades Fadli Siradjuddin mengatakan mayoritas warganya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Akan tetapi karena gagal, akhirnya sebagian warganya beralih profesi dari bercocok tanam menjadi menggeluti budi daya ikan tawar. Dalam kesempatan ini, ia pun mengungkap siap menyediakan lahan 10 hektare untuk pengembangan proyek.

"Adanya pilot project ini, saya sebagai kepala desa berterima kasih sekali kepada Tim pilot project berbasis kawasan. Saya berharap pilot project ini dapat mengembangkan pendapatan warga Kulo Jaya," ungkap Fadli.

Sebagai informasi, empat lokasi lain dari pilot project program pengembangan perluasan kesempatan kerja ini berada di Kawasan Perhutanan Sosial Teluk Jambe di Karawang (Jawa Barat), Kawasan Agroforestri Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Batang (Jawa Tengah), Kawasan Agroindustri Sei Mericim di Deli Serdang (Sumatera Utara), dan Kawasan Agrowisata Lido di Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat).

Adapun dialog yang berlangsung dalam kunjungan Staf Khusus Menaker ini dihadiri juga oleh Staf Khusus Menaker, Titik Mas'udah, Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, I Nyoman Darmanta, Direktur PPTKA, Haryanto, Direktur Bina Peningkatan Produktivitas, Ghazmahadi, Kepala BLK, Ternate Muhammad Assegaf, Kepala Badan Pengelolaan Investasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Zaenal Efendi, Kepala Desa Kulo Jaya, Fadli Siradjuddin, serta External Relations PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

(akd/hns)