Warga Desa di Lampung Tengah Doyan Investasi Emas, Kenapa Ya?

Erika Dyah - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 11:09 WIB
sinergiultramikro-bri
Foto: detikcom/Agung Pambudhy
Lampung Tengah -

Tren investasi emas di Lampung Tengah menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Hal ini ditunjukkan dari data internal Kantor Cabang Pegadaian Bandarjaya yang konsisten mencatat peningkatan setiap tahunnya.

Diketahui, peningkatan Tabungan Emas di Cabang Bandarjaya dari 2018 ke 2019 meningkat hingga 73%, sementara di tahun 2019 hingga 2020 angkanya meningkat sebesar 37%. Kendati di tengah pandemi dan menemui masa sulit, Pegadaian Cabang Bandarjaya tetap mencatat peningkatan sebesar 4,6% sejak 2020 hingga saat ini untuk transaksi produk Tabungan Emas.

Kepala Cabang Pegadaian Bandarjaya, Firdaus Ardi menilai peningkatan Tabungan Emas terus terlihat berkat sosialisasi yang gencar dilakukan pihaknya. Selain itu, ia pun menilai pemahaman masyarakat akan manfaat dari investasi emas melalui Tabungan Emas sudah semakin tertanam, sehingga mempermudah pihaknya untuk memasarkan produk tersebut.

Tercatat hingga 21 September 2021, jumlah nasabah Tabungan Emas secara konsolidasi di Cabang Bandarjaya mencapai 2.901 nasabah. Adapun nilai transaksi dari seluruh nasabah tersebut mencapai Rp 6.620.126.364 dengan jumlah gram emas mencapai 1.981,8473 gram.

Ardi mengaku sosialisasi yang dilakukan pihaknya selama ini cukup masif. Mulai dari mengadakan open table di pusat keramaian, seperti pasar dan alun-alun, mengadakan event/seminar terkait produk emas dan tabungan emas, serta door-to-door ke lingkungan rumah tinggal masyarakat untuk menyebarkan brosur produk investasi emas.

sinergiultramikro-briKepala Cabang Pegadaian Bandarjaya, Firdaus Ardi Foto: detikcom/Agam Bahtiar

Tak hanya itu, pihaknya juga kerap menawarkan berbagai promo topup tabungan, maupun promo bagi nasabah baru. Serta memberikan cashback untuk masyarakat yang mengisi Tabungan Emas demi menumbuhkan minat investasi bagi warga desa di Lampung Tengah.

"Tabungan Emas itu yang paling enak kita mempromosikannya, karena murah, biayanya ringan," kata Ardi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ia pun menjelaskan prosedur pembukaan rekening Tabungan Emas yang mudah dan sederhana, sehingga tak akan menyulitkan warga di pedesaan sekalipun. Bahkan, masyarakat bisa mulai menabung emas mulai dari Rp10.000 saja.

"Tinggal datang ke outlet, cuma membawa KTP kemudian mengisi formulir, lalu nanti membeli emas minimal senilai 0,01gr," ucap Ardi.

"Tabungan Emas itu kan konsepnya beli di Pegadaian kemudian dititipkan lagi, kalau misalkan harga emas itu 1 gramnya Rp1 juta, berarti 0,001gr-nya itu Rp10.000. Jadi bisa nabung mulai dari Rp10.000 sampai batas maksimalnya Rp50 juta per hari," imbuhnya.

Ardi menambahkan, dengan adanya sinergi Holding Ultra Mikro antara Pegadaian, BankBRI, dan PNM, pembukaan/pendaftaran Tabungan Emas juga bisa dilakukan dengan lebih mudah. Adapun pembukaan rekening Tabungan Emas ini dapat dilakukan secara online melalui aplikasi yang bisa diakses pegawai PNM danBRI.

"Tapi untuk mengaktifkan (rekeningnya) dan ambil buku tabungan harus ke kantor. Bisa menjangkau lebih dekat dengan adanya Co-Location, karena sebelumnya kantor Pegadaian Bandarjaya jaraknya jauh," kata Ardi.

Diketahui, saat ini terdapat Co-Location Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) Unit Gotong Royong yang terletak di Gunung Sugih, Lampung Tengah. Adapun jarak antara Co-Location ini dengan kantor cabang Pegadaian terdekat, yakni Kantor Cabang Pegadaian Bandarjaya mencapai kurang lebih 20 km. Sehingga, adanya Co-Location ini menurut Ardi dapat membantu mendekatkan layanan Pegadaian, khususnya Tabungan Emas, kepada masyarakat di sekitar wilayah Gunung Sugih.

Ia pun mengungkap, dengan adanya Co-Location ini, pihaknya akan melakukan gebrakan untuk semakin menumbuhkan minat investasi emas di kalangan masyarakat Lampung Tengah.

"Rencananya, setiap hari Selasa dan Kamis khusus Gotong Royong itu kan ada pasar harian. Kita akan bawa tim ke sana, buka Open Table tadi, kemudian tim tadi menyebar," tutur Ardi.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan mengkondisikan pengelola Pegadaian di Co-Location untuk berkeliling door-to-door di wilayah Unit Gotong Royong setiap harinya.

"Intinya, menyampaikan kepada masyarakat setempat sana bahwa di BRI Unit Gotong Royong sekarang ada layanan Pegadaian. Memberitahukan kepada masyarakat umum dulu, karena masih banyak masyarakat yang belum tahu," ujarnya.

sinergiultramikro-bri Yeni Martiana Foto: detikcom/Agam Bahtiar

Sementara itu, salah satu nasabah PNM sekaligus ibu muda di Lampung Tengah, Yeni Martiana mengaku tertarik untuk mulai menabung emas di Pegadaian berkat kemudahan yang ditawarkan Holding Ultra Mikro ini.

Yeni mengungkap kemudahan akses yang ditawarkan membuatnya yakin untuk mulai menabung emas. Terlebih, ia mengaku tidak mampu jika harus membeli emas sekaligus karena harganya yang cukup mahal.

Senada dengan pengakuan Ardi, Yeni sebagai nasabah menyebut prosedur pembukaan rekening Tabungan Emas sangat mudah. Mengingat kini pembukaan tabungan juga bisa dibantu langsung oleh petugas PNM.

Setelah tabungan jadi, ia pun bisa langsung datang ke Unit Co-Location terdekat untuk mengambil buku tabungan tanpa harus mengantre lagi.

sinergiultramikro-briTabungan Emas Foto: detikcom/Agam Bahtiar

"Prosesnya juga mudah, nggak dipersulit. Sebelumnya membayangkan kalau untuk mengurus tabungan harus antre.Nggak tahan kalau harus antre. Gimana ya, punya anak kecil kalau harus antre nanti nangis anaknya," pungkasnya.

Sebagai informasi, detikcom bersamaBRImengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergiBRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.



Simak Video "Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ara)