Rayuan Cepat Untung Investasi Bodong

detikTV - detikFinance
Kamis, 30 Sep 2021 07:10 WIB
Jakarta -

Akhir-akhir ini makin banyak korban penipuan investasi bodong, hingga Agustus 2021 tercatat ada 954 domain situs web investasi yang diblokir. Ada baiknya selektif, rasional dan cek legalitas perusahaan sebelum terjun ke dunia investasi.

"Investasi ilegal sebelum pandemi lebih tinggi dari pandemi, kalau kita lihat 2019 sangat tinggi jumlah investasi ilegal ya ada 424 kemudian pada 2020 turun jadi 347 kemudian tahun ini jadi 79. Jadi kita lihat ada penurunan, namun dari kerugian masih tetap banyak," ujar Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing dalam program d'Mentor detikcom, Rabu (29/9/2021).

Tongam menjelaskan sekalipun sudah banyak situs web investasi ilegal yang diblokir. Hal ini dikarenakan tinggi antusias dan rendahnya literasi keuangan oleh masyarakat.

"Dengan kemajuan teknologi dan informasi ditambah lagi sekarang ini ada penawaran dari luar negeri, ini juga menjadi hal utama penyebab banyaknya pelaku menawarkan investasi. Walaupun memang dulu sebelum pandemi banyak juga kegiatan yang hadir di hotel kemudian mengadakan pelatihan yang sekarang ini makin berkurang, di sisi lain masyarakat kita memang ada kecenderungan perilaku mudah tergiur iming-iming hasil yang tinggi," paparnya.

Tongam mengungkapkan ciri-ciri dari investasi ilegal yang banyak menjerat banyak orang. Umumnya para pelaku memberikan janji-janji manis ke investor.

"Yang utama mereka selalu menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu cepat, bahwa ini yang jadi penarik masyarakat diberi iming-iming untung sangat besar," paparnya

Tongam menjelaskan jangan mudah percaya tawaran investasi, terlebih yang memberikan keuntungan besar dalam waktu. Selain itu selalu cek legalitas perusahaan yang menawarkan investasi.

"Banyak sekali penawaran investasi perdagangan berjangka ilegal dengan imbal satu persen perhari, berarti 365 persen pertahun, ini dari mana uangnya ? atau ada kegiatan menawarkan robot trading tidur saja dibayar, maka kami sebut masyarakat jadi tidur terus. Ini juga rasionalitasnya harus jalan," tutupnya.

(edo/fuf)