Ke Serang, Erick Thohir Sosialisasi Program Ekonomi Umat

Bahtiar Rifa'i - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 17:26 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Serang
Foto: Bahtiar Rivai
Serang -

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu tokoh Banten sekaligus Ketua Umum Mathla'ul Anwar Embay Mulya Syarief di kediamannya, Pekarungan, Kota Serang. Erick Thohir bicara dan sosialisasi program ekonomi umat ke salah organisasi Islam di Banten

"Kebetulan tadi pagi di Untirta, saya rasa sempatkan mampir kesini memang kita sedang menggulirkan banyak program membantu UMKM dan juga memastikan keseimbangan ekonomi salah satunya itu adalah ekonomi umat," kata Erick kepada wartawan di Serang, Jumat (1/10/2021).

Salah satu yang disampaikan katanya adalah soal kerja sama Pertashop di mana santri, pesantren bisa menjadi entrepreneur. Program ini katanya bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia. Ada juga BUMN Mekaar untuk pembiayaan ibu-ibu hingga guru pengajar.

"Ada tambahan 5.2 juta nasabah Mekaar dalam satu tahun terakhir. Ini juga dikerjasamakan dengan tadi ibu santri, ataupun guru pengajar yang tadi disampaikan kadang-kadang uang pegangannya itu cukup rendah," katanya.

Erick mengatakan dua program tadi yang disampaikan untuk keseimbangan ekonomi termasuk di Banten. Ekonomi katanya tidak bisa hanya berputar di satu kalangan saja. Ke depan katanya, ada juga program Makmur untuk petani yang dalam waktu dekat akan dikembangkan.

"Ada satu program lagi yakni Makmur tapi butuh waktu nani tiga bulan lagi saya laporkan. Makmur ini pendampingan petani supaya petani mendapat peningkatan pemasukan bulannya tapi kita melihat tiga bulan dulu," jelasnya.

Di kediaman pimpinan Mathla'ul Anwar, Erick juga menyerahkan bantuan kepada salah satu murid bernama Nurul Aini. Ia adalah pelajar yang menerbitkan empat novel kelas 3 di Madrasah Aliyah Mathla'ul Anwar Pandeglang.

"Tadi saya rasa ada bantuan dari KS bukan dari saya karena memang kan BUMN sendiri harus berpartisipasi terhadap lingkungannya tidak bisa BUMN menjadi menara gading yang tidak memperhatikan lingkungannya," pungkasnya.

(bri/hns)