Biar Ekonomi Bangkit Lagi, Pengusaha Baja Ringan Ikut Genjot Vaksinasi

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 03 Okt 2021 17:32 WIB
Ratusan siswa SMK di Bekasi mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19. Program vaksinasi massal gencar dilakukan demi mencapai herd immunity.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Guna mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan penularan virus COVID-19, Asosiasi Roll Former Indonesia atau ARFI menyelenggarakan vaksinasi massal untuk anggota keluarga para pekerja yang bergerak di industri baja ringan, maupun masyarakat umum.

Sebanyak 1.000 dosis vaksin COVID-19 didistribusikan di salah satu pabrik anggota ARFI di kawasan Tangerang dengan menggandeng TNI - Polri, Kodam Jaya, Danramil Teluk Naga, serta Forum CSR DKI Jakarta.

Vaksinasi dibagi menjadi 2 tahap. Vaksinasi tahap pertama digelar tanggal 21 September 2021 lalu dan tahap kedua pada 20 Oktober mendatang.

Sekjen ARFI, Ferry Boen menerangkan, sejak awal pandemi, ARFI selalu hadir dan mendukung pemerintah untuk bersama-sama melawan virus COVID 19 ini, terutama efek domino yang ditimbulkan.
Pria yang baru dilantik sebagai Sekretaris Jenderal dalam kepengurusan ARFI periode 2021-2023 ini menambahkan, ARFI menyadari betul pentingnya peran vaksin dalam penanganan COVID-19. Pasalnya dengan vaksin, upaya memulihkan kondisi sosial dan ekonomi bangsa yang terdampak pandemi juga dapat segera terealisasi

"Kegiatan vaksinasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen ARFI dalam mendukung program pemerintah dalam mencapai Herd immunity. Vaksinasi ini diawali oleh anggota-anggota ARFI mulai dari pimpinan, staff, karyawan, hingga buruh pabrik. Nah sekarang ini kita juga menargetkan keluarga para pekerja di industri baja ringan, masyarakat sekitar pabrik, dan masyarakat umum," terang Ferry kepada wartawan, Senin (27/09/2021).

Ferry melanjutkan, Industri baja ringan yang digeluti ARFI merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur. Sektor riil ini yang terus didorong pemerintah agar terus bergerak. Namun demikian, risiko munculnya cluster baru di sektor ini juga tidak boleh luput dari perhatian.

"ARFI yang beranggotakan perusahaan-perusahaan besar dan berpengalaman di industri baja ringan ini kan bermain di bidang konstruksi dan bangunan. Ini masuk ke sektor riil. Supaya bisa jalan dan terhindar dari risiko tadi, sektor riil harus dijaga dengan baik. Karena pekerjaan ini kan berinteraksi dengan banyak orang. Sehingga penting dijaga agar tidak tercipta cluster baru. Cara pencegahan salah satunya ya dengan vaksinasi ini," terang Ferry lagi.

Pencegahan timbulnya cluster baru juga harus selaras, Ferry menambahkan. Konstruksi dan industri penunjangnya harus taat aturan yang sudah ditentukan pemerintah. Karena itu perusahaan-perusahan di bawah naungan ARFI adalah produsen baja ringan yang sudah memiliki ijin industri yang lengkap, seperti IOMKI (Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri).

"Seluruh anggota ARFI sudah mengantungi IOMKI. Selama PPKM darurat kemarin juga anggota kami rutin membuat laporannya sesuai aturan. Hal ini sangat penting bagi kami karena industri ini kan harus terus bergerak. Ada banyak karyawan yang harus terus bekerja untuk menafkahi keluarga. Perusahaan-perusahaan juga harus mengejar kebutuhan baja ringan dalam negeri yang cukup tinggi sehingga tidak perlu impor lagi," terang Ferry.

Untuk itu Ferry berharap, dengan dukungan semua pihak, upaya pemerintah guna mengendalikan penyakit ini melalui vaksinasi bisa segera terwujud. Masyarakat kemudian bisa hidup berdampingan dengan COVID seraya membangun perekonomian bangsa kembali.

"Upaya pemerintah dalam penanganan COVID ini sudah sangat baik. Upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi juga sudah cukup banyak membantu di sektor industri. Namun kita juga harus mulai belajar hidup berdampingan dengan COVID-19 karena memang COVID ini tidak akan hilang secara total dari negara kita. Untuk itu ARFI berharap program vaksinasi COVID ini bisa segera mencapai target yang ditentukan sehingga perekonomian bangsa kembali pulih," tutup Ferry.

(dna/dna)