Bandara Frans Kaisiepo Dukung Kelancaran Ekspor Perikanan di Biak

Erika Dyah - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 21:56 WIB
Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Biak Numfor, Papua dan Kota Tual, Maluku. Ia mengatakan keberadaan infrastruktur pelabuhan dan bandara menjadi pendukung perikanan di kedua daerah tersebut yang merupakan bagian dari wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

"Dalam mendukung kelancaran ekspor perikanan di Kabupaten Biak Numfor, keberadaan infrastruktur Bandara Frans Kaisiepo saat ini sudah cukup memadai, yang memungkinkan komoditas perikanan langsung diterbangkan dari Biak ke negara tujuan ekspor lainnya di Asia," ungkap Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Ia menjelaskan Bandara Frans Kaisiepo memiliki luas gudang terminal kargo sebesar 324 meter persegi yang cukup untuk mendukung proses dari ekspor komoditas laut tersebut. Per harinya, bandara ini dapat melayani sekitar 12 sampai dengan 20 ton per hari.

Dalam kesempatan ini, budi turut mengapresiasi Pemda Biak Numfor yang tetap mampu melaksanakan kegiatan ekspor komoditas produk perikanan meski di tengah pandemi. Diketahui, pada Agustus 2021 lalu, telah dilakukan ekspor perdana yang ke Singapura melalui Bandara Frans Kaisiepo dengan menggunakan pesawat kargo dari Sriwijaya Air.

Adapun komoditi perikanan yang dikirim, antara lain berupa tuna loin seberat 150 kilogram, kepiting 350 kilogram, dan lobster 30 kilogram. Budi berharap, melalui ekspor perdana dari Biak Numfor ke Singapura ini bukan hanya devisa negara saja yang meningkat, tapi juga turut meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.

"Meski di tengah pandemi kita harus memanfaatkan peluang yang ada. Ini merupakan komitmen besar untuk maju dan bekerja sama mewujudkan Indonesia yang tangguh," ujarnya.

Budi mengungkap pihaknya tengah mengembangkan Bandara Frans Kaisiepo untuk menambah jumlah fasilitas kargo, yakni 2 (dua) unit gudang pendingin dengan kapasitas 5 Ton/per hari dan gudang transhipment dengan luas 60 meter persegi berkapasitas 6,5 ton.

Selain bandara, lanjut Budi, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan Pelabuhan Biak untuk mendukung kegiatan ekspor perikanan. Adapun pengembangan yang tengah dikerjakan yaitu berupa renovasi terminal penumpang, pengaspalan jalan utama, dan renovasi gudang seluas 3.800 meter persegi yang ditargetkan selesai pada Oktober atau November 2021.

Usai dari Biak, Budi melanjutkan kunjungannya ke Kota Tual, Maluku guna meninjau Pelabuhan Perikanan Nusantara yang ada di daerah tersebut. Ia mengungkap rencananya pada Kamis, 7 Oktober 2021 pihaknya akan menuju ke Ambon untuk meninjau kesiapan lokasi pembangunan pelabuhan Ambon Baru dalam rangka Program Maluku Lumbung Ikan Nasional (M-LIN).

Sebagai informasi, kunjungan kerja kali ini dilakukan Budi bersama Menteri Kelautan dan perikanan, Wahyu S. Trenggono dalam rangka mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan. Turut hadir dalam tinjauan di Biak dan Tual, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap dan Wali Kota Tual Adam Rahayaan.



Simak Video "Kemenhub: Penerbangan Internasional Hanya via Soetta dan Sam Ratulangi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)