Plastik-Minuman Manis Mau Kena Cukai, Beli Coca-Cola cs Bisa Lebih Mahal

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 09:52 WIB
minuman kemasan
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah berencana mengenakan cukai terhadap produk plastik sekali pakai dan minuman bergula dalam kemasan (MBDK). Kebijakan itu sudah mendapat lampu hijau dari DPR RI.

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengatakan pengenaan cukai bagi produk plastik sekali pakai untuk mengurangi dampaknya kepada lingkungan. Bahkan kesepakatan ini sudah dimasukkan dalam APBN 2022 untuk diterapkan.

"Kalau cukai plastik sudah lama dan di APBN adalah follow up dari keputusan Komisi XI dan Menteri Keuangan. Sudah ada (pengenaan cukai plastik dalam APBN 2022)," kata Said kepada detikcom, Senin (11/10/2021).

Kemudian pengenaan cukai bagi minuman bergula dalam kemasan, untuk mengurangi efek samping dari produk tersebut yakni diabetes melitus di Indonesia yang meningkat 30% pada 2013-2018. Tren konsumsi minuman jenis itu per kapita semakin meningkat per tahun di Indonesia berdasarkan riset dari Griffith University.

"Terkait pengembangan barang kena cukai minuman berpemanis, saya kira baik dan jadi target pemerintah. Sebab dampak ke kesehatan rakyat juga kurang baik, efeknya tren penyakit diabetes dan penyakit lainnya meningkat," jelas Said.

Hanya saja, belum diketahui pasti kapan minuman bergula dalam kemasan mulai dikenakan cukai. Pihaknya meminta pemerintah membuat kajian agar jangan sampai mematikan UMKM.

"Penerapannya (pengenaan cukai dalam minuman berpemanis) tentu tidak serta merta dan pemerintah akan selalu mengkalkulasi berbagai aspek sebelum mengambil keputusan," tuturnya.

Bea Cukai bicara cukai minuman berpemanis. Berlanjut ke halaman berikutnya.