Perputaran Uang di Festival PON Kopi Papua Capai Rp 1,8 Triliun

Erika Dyah - detikFinance
Selasa, 12 Okt 2021 16:23 WIB
Logo PON Papua
Foto: (Femi Diah/detikSport)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali menyebutkan penyelenggaraan PON XX Papua 2021 berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia pun mengungkapkan ada empat kesuksesan dalam penyelenggaraan PON di wilayah Indonesia Timur ini.

"PON Papua ada empat sukses, pertama sukses penyelenggaraan, kedua sukses prestasi, ketiga semoga sukses secara administrasi, dan ini sukses yang keempat sukses ekonomi," kata Amali dalam keterangan tertulis, Selasa (12/9/2021).

Saat menutup Festival PON Kopi Papua di Jayapura pada Sabtu (9/10), Amali mengatakan bahwa acara ini menjadi salah satu bukti sukses ekonomi untuk masyarakat dari dampak PON Papua. Diketahui, Festival PON Kopi Papua merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi para pelaku UMKM, Pemkot Jayapura, dan PB PON yang didukung oleh BI Perwakilan Papua.

Festival yang berlangsung pada 3-9 Oktober 2021 ini disebut mencatatkan perputaran uang mencapai Rp 1,8 triliun. Sehingga, Amali menilai PON berhasil mendongkrak perekonomian masyarakat di Papua.

"Ini sukses yang keempat, berdasarkan laporan BI perputaran uang selama PON mencapai triliunan rupiah, berarti ini dampak perekonomian yang luar biasa. Begitu juga dengan Festival Kopi kita tahu bahwa di Papua banyak macam kopi yang enak-enak, dan tadi ratusan UMKM turut berpartisipasi," tambahnya.

Sementara itu, terkait aspek kesuksesan lainnya, seperti penyelenggaraan, Amali mengatakan Papua telah menunjukkan kepada dunia bahwa event olahraga besar pun mampu dilaksanakan dengan baik, lancar, aman, dan nyaman.

"Torang Bisa, Papua telah mampu menyelenggarakan event besar, dan ini kesuksesan pertama," ucapnya.

"Untuk sukses kedua prestasi, telah banyak atlet-atlet yang melahirkan rekor-rekor, dan menjadi pelapis menuju pelatnas, serta semoga sukses secara administrasi diraih, sebagai sukses ketiga," imbuhnya.

Selain mendukung Festival PON Kopi Papua, Amali mengungkapkan pihaknya mengikuti lelang untuk membeli kopi asli Papua saat mengunjungi Pasar Tradisional Mama-Mama Papua. Hal ini dilakukannya guna mendorong perekonomian di sana.

Amali menjelaskan produk-produk asli Papua di pasar tersebut telah dikemas secara modern. Dalam kunjungannya, ia berhasil membeli kopi yang dilelang dengan harga Rp 1,6 juta berupa Kopi Arabica dan kopi Tiom asli buatan anak Papua.

"Dengan adanya acara seperti ini saya kira hal ini menunjukkan penyelenggaraan PON ini benar-benar membawa dampak ekonomi terhadap Jayapura dan Papua pada umum," tutur Amali.

"Hal ini seperti apa yang sudah kita canangkan bahwa PON harus sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi dan sukses ekonomi masyarakat. Dan hari ini kita sudah bisa lihat hasilnya. Dan ini bukti nyata," tambahnya

Amali pun berharap perhelatan PON Papua bisa membuat roda perekonomian di wilayah ini terus berputar. Baik untuk usaha kecil, menengah, maupun besar. Ia mengatakan melalui ajang ini, pihaknya berharap ekonomi bisa tumbuh pesat sebagai warisan dari gelaran PON Papua.

"Dan saya yakin betul, ke depannya kesejahteraan masyarakat Papua akan lebih terangkat lagi, setelah memiliki banyak venue-venue yang bertaraf internasional berdiri di sini," ujar Amali.

"Dengan hadirnya venue-venue bertaraf internasional di sini, tentu ke depannya akan digulirkan event internasional. Indonesia, di Papua ini yang akan menjadi tuan rumahnya, sehingga roda perekonomian akan terus berputar di Bumi Cendrawasih ini," pungkasnya.

Lihat juga video 'Berkah PON XX, Potensi Pariwisata Papua Kini Mulai Terpetakan':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/mpr)