Tsunami Barang Impor China Terjadi Lagi di RI, Nilainya Fantastis!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 15 Okt 2021 13:03 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Impor Indonesia selama September 2021 tercatat US$ 16,23 miliar atau meningkat sebanyak 40,31% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak US$ 11,57 miliar. Impor September 2021 terdiri dari migas sebanyak US$ 1,86 miliar dan non migas US$ 14,37 miliar.

Impor non migas Indonesia paling besar berasal dari China. Indonesia tercatat melakukan impor senilai US$ 4,44 miliar atau setara dengan Rp 63,04 triliun (asumsi kurs Rp 14.200) dengan porsi 30,89% dari total impor non migas.

"Kalau dilihat komoditasnya itu adalah mesin peralatan, mekanis dan bagiannya HS 84. Kemudian mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya HS 85," kata Kepala Badan Pusat Stastik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (15/10/2021).

Impor terbesar selanjutnya berasal dari Jepang dengan nilai US$ 1,40 miliar. Porsinya, sebesar 9,75% dari total impor non migas.

"Kalau kita lihat komoditas utama yang di Jepang itu adalah komoditas mesin, peralatan mekanis dan bagiannya atau HS 84. Dan juga kendaraan dan bagiannya atau dengan kode HS 87," ujarnya.

Urutan ketiga ada Thailand dengan nilai US$ 0,85 miliar atau dengan porsi 5,94%. Di bawah Thailand ada sejumlah negara di antaranya Australia, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, India, Malaysia dan Taiwan.

Lihat juga video 'Said Aqil Sebut 94% Alkes di RI Produk Impor':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)