Banyak Kota Hantu di China, Krisis Evergrande Cuma Salah Satunya

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 08:27 WIB
Raksasa properti China, Evergrande tengah disorot karena terancam bangkrut imbas kesulitan bayar utang. Sang pendiri perusahaan, Xu Jiayin pun ikut jadi sorotan
Foto: AP Photo
Jakarta -

Perhatian para investor kini tengah tertuju pada Evergrande, real estate China yang tengah jatuh sakit. Mereka menunggu apa yang akan terjadi pada utang perusahaan yang menggunung itu ketika dinyatakan gagal bayar.

Pihak berwenang China akhirnya menaruh perhatian besar terhadap permasalahan Evergrande. People's Bank of China menyatakan perusahaan telah salah mengelola bisnisnya tetapi risiko terhadap sistem keuangan dapat dikendalikan.

Namun di sisi lain, para analis lebih mengkhawatirkan permasalahan yang lebih mendalam yakni pasar properti China mendingin setelah bertahun-tahun kelebihan pasokan.

Sebenarnya sebelum munculnya kasus Evergrande, tanda bahaya telah menyala dalam beberapa waktu. Sebelum polemik Evergrande muncul, puluhan juta apartemen tampak kosong yang tersebar di seluruh negeri. Bahkan kondisinya bertambah buruk.

Kepala Ekonom Asia di Capital Economics, Mark Williams memperkirakan bahwa China masih memiliki sekitar 30 juta properti yang belum terjual, yang dapat menampung 80 juta orang. Angka itu hampir sama dengan jumlah penduduk Jerman

Selain itu, sekitar 100 juta properti di China kemungkinan telah dibeli tetapi tidak ditempati. Menurut perkiraan Capital Economics, 100 juta properti itu dapat menampung sekitar 260 juta orang.

Properti yang tidak ditempati itu sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir menarik perhatian banyak publik. Tapi kondisinya sekarang seperti kota hantu.

Lalu bagaimana permasalahan ini bisa terjadi di China? Klik halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Kegiatan Pertama Astronaut China Sesampainya di Stasiun Luar Angkasa

[Gambas:Video 20detik]