Jogja-Jakarta PP Sekarang Bisa Naik Damri, Tarif Mulai Rp 170 Ribu

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 15:00 WIB
Kepala BPTJ Bambang Prihartono meresmikan terminal tipe A Pondok Cabe di Tengerang Selatan, Senin (31/12/2018). Selain peresmian terminal ini juga dibuka trayek PPD Premium Pondok Cabe Senen dan juga Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Perum Damri) resmi melayani angkutan kota dengan rute Yogyakarta menuju Jakarta pulang pergi (PP) sejak Sabtu (16/10). Tarif yang dikenakan mulai Rp 170.000.

"Hadirnya layanan tersebut merupakan upaya Damri untuk mendukung mobilitas masyarakat kawasan Yogyakarta dan Jakarta," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Sidik Pramono dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Rabu (20/10/2021).

Sidik menjelaskan operasional rute Jakarta-Yogyakarta berangkat setiap hari dari Pool Damri Kemayoran pukul 19.00 WIB, tarif yang dikenakan sebesar Rp195.000.

Untuk rute sebaliknya Yogyakarta-Jakarta tersedia Kamis-Minggu dari Pool Damri Yogyakarta pukul 16.00 WIB, dengan tarif sebesar Rp 170.000. Sedangkan rute Solo-Jakarta, tersedia di hari yang sama dari Pool Damri Solo pukul 19.00 WIB, dengan tarif Rp 170.000.

Untuk fasilitas armada, dijelaskan bahwa bus Damri tersedia air conditioning (AC), reclining seat, bagasi, serta konfigurasi bus sehat 1-1.

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan mengimbau agar pelanggan menerapkan cashless yakni dengan pemesanan tiket melalui aplikasi Damri Apps, portal tiket.damri.co.id, atau seluruh kanal penjualan resmi lainnya dengan batas pemesanan paling lambat 3 jam sebelum keberangkatan. Pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Traveloka, RedBus, OVO, LinkAja, GoPay, Mandiri, dan gerai Indomaret maupun Alfamart di seluruh Indonesia.

Untuk syarat perjalanan Damri, sebagai berikut:

1. Menunjukkan kartu vaksin COVID-19 minimal dosis pertama. Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi.

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

(aid/eds)