3 Jenis Uang yang Bisa Bikin Ekonomi RI Lari Kencang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 07:30 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kamr Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia periode 2021-2026.
Foto: Dok. KADIN
Jakarta -

Meski dihantam COVID-19 habis-habisan, ekonomi Indonesia dinilai masih bisa bangkit lagi. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan hal itu bisa terjadi asal ada perputaran uang.

"Apa yang harus dibutuhkan untuk roda ekonomi ini bisa berjalan cepat lagi? Sorry ngomong, uang," kata Arsjad Rasjid dalam pelantikan pengurus baru Kadin Indonesia secara virtual, Rabu (20/10/2021).

Arsjad menjelaskan ada tiga jenis uang yang bisa membuat ekonomi Indonesia ngegas lagi. Mulai dari upaya bank sentral mencetak uang, negara menambah utang, ataupun mendatangkan investasi.

Dari ketiga pilihan itu, Arsjad mengatakan yang paling aman adalah aliran investasi. Dia mengatakan bila bank sentral mencetak uang lebih banyak dapat membuat kondisi ekonomi tidak stabil.

Menambah utang pun tidak disarankan. Makin banyak utang, makin banyak masalah yang bisa terjadi menurutnya. Maka dari itu, investasi jadi kunci untuk menggerakkan roda ekonomi.

"Kalau harapan kita itu investasi yang masuk. Supaya tidak banjir dengan uang yang banyak bila bank sentral mencetak uang dan dampaknya yang negatif. Atau kalau bicara utang juga nggak bisa terlalu banyak utang, bisa jadi masalah. Maka investasi jadi kunci, baik dari luar dan dalam," papar Arsjad.

Maka dari itu dia bilang pengusaha akan membantu pemerintah untuk menarik investasi demi menggerakkan ekonomi Indonesia.

"Kita mau bangun Indonesia Incorporated, di mana kita satu dan mau bawa investasi masuk. Kadin adalah bagian dari itu," ungkap Arsjad.

Meski mengatakan masalah ekonomi masih menjadi masalah di tengah pandemi, dia bilang ekonomi mulai bertumbuh dengan perlahan tahun ini. Sebagai buktinya, pada semester I tahun ini ekonomi tumbuh 7% secara tahunan.

Ekspor juga terus mengalami kenaikan, di sisi lain pun pemerintah optimis untuk tahun ini menyentuh 5%.

"Optimisme harus ada dan kita harus pastikan bahwa perang ekonomi harus dimenangkan," kata Arsjad.

Pengusaha juga membeberkan kontribusi sektor swasta ke perekonomian Indonesia. Menurut eks ketua umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, pengusaha berperan pada 60% pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pria yang kini menjadi Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia itu menilai peran pengusaha untuk kembali menyehatkan ekonomi Indonesia sangat besar.

"Perekonomian untuk kembali berjalan sehat kuncinya ini di sektor swasta. Peran sektor swasta 60% dari pertumbuhan GDP. Kalau ekonomi mau sehat dan tumbuh, kuncinya adalah peran swasta, pengusaha kayak kita ini," kata Rosan dalam acara yang sama.

"Makanya Kadin ini perannya vital dalam rangka motor penggerak ekonomi Indonesia," tambahnya.

(hal/das)