Digitalisasi Bisnis Meningkat di Tengah Pandemi, Data Center-nya Siap?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 17:27 WIB
Data Center Lulea
Ilustrasi Data Center (Foto: Facebook)

Sebagai carrier neutral data center, H2 mampu memenuhi kebutuhan hyperscale data center, termasuk layanan colocation, layanan interconnection dan juga ruang bekerja. Hingga saat ini, H2 telah dipercaya oleh pelanggan internasional dengan tersewanya dua lantai gedung data center H2.

"Tingkat kebutuhan data center di Indonesia meningkat drastis dalam 2 tahun terakhir. Digitalisasi terus berkembang pesat dengan adaptasi komputasi awan yg terus meningkat, disertai dengan aktivitas sekolah dan kerja dari rumah selama pandemi. Kompleks hyperscale data center H2 dibangun dengan latar belakang tersebut dengan prinsip eco-sustainable, dimana kami akan memasang solar panel power sebagai salah satu sumber listrik di kawasan data center," jelas Executive Director Salim Group, Axton Salim.

Sebagai salah satu kompleks data center terbesar di Asia Tenggara, H2 didesain dengan standar internasional. Tidak hanya akan menjadi salah satu pemain global, data center dioperasikan dengan menggunakan energi terbarukan dari solar panel farm di area yang sama sehingga lebih ramah lingkungan.

"Gedung H2-01 merupakan permulaan dari kawasan hyperscale H2. Area kompleks ini bisa dibangun hingga kapasitas 600MW," tambah Axton.

H2 telah berkomitmen untuk memastikan skalabilitas layanan di H2 Data Center selalu terjaga dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini H2 telah mengandeng tiga provider jaringan yaitu Indonet, Matrix NAP Info, dan TransIndonesia Network.


(dna/dna)