Kartu Prakerja Diklaim Sukses Topang Masyarakat Bertahan Saat Pandemi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 22:40 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai hadirnya Program Kartu Prakerja menopang masyarakat bertahan di masa pandemi hingga menekan angka pengangguran. Sejak dibuka pada April 2020 hingga batch ke-21, terdapat 75 juta pendaftar dan 11,4 juta orang telah mendapatkan manfaat program ini.

Berdasarkan penelitian, Airlangga mengatakan Kartu Prakerja menurunkan jumlah pengangguran dan meningkatkan jumlah kelompok wirausaha, yaitu naik 13%. Lembaga survei juga merilis data bahwa penerima program mengalami peningkatan kompetensi, keilmuan maupun keterampilan.

"Hari ini tepat dua tahun Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kartu Prakerja merupakan salah satu yang lahir dan jadi bagian dalam penanganan pandemi serta hal ini juga menjadi buffer untuk mereka yang terkena PHK. Tingkat inflasi juga relatif terkendali dan harga pangan stabil," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Rapat dan Press Briefing dengan Mitra Lembaga Penilai dan Pemantau Pelatihan Program Kartu Prakerja hari ini.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan antusias masyarakat terhadap program ini menggambarkan adanya literasi digital Indonesia yang cukup baik. Meskipun mengandung aspek bantuan sosial, program ini mensyaratkan partisipasi aktif peserta mulai dari pendaftara, proses seleksi, pelatihan hingga penerimaan dana bantuan sosial.

Terkait pelatihan, Program Kartu Prakerja bertujuan meningkatkan SDM Indonesia dengan skilling, upskilling, dan reskilling. Untuk itu, pemerintah melibatkan perguruan tinggi dan akademisi dalam penyempurnaan standar pelatihan.

Keterlibatan ini sesuai dengan amanat Permenko Perekonomian Nomor 11 tahun 2020. Dalam hal ini, manajemen pelaksana melibatkan ahli yang membidangi dalam melakukan asesmen terhadap pelatihan.

Adapun keterlibatan ini meliputi screening dan monitoring dalam ekosistem Kartu Prakerja. Proses screening dilakukan oleh Tim Asesmen dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Airlangga, dan Yayasan Indonesia Mengajar. Sedangkan monitoring dilakukan oleh Tim Pemantau dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhamadiyah Malang dan Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia.

"Tim Asesmen dan Tim Pemantau telah bekerja sejak Oktober 2020 untuk memastikan pelatihan di Program Kartu Prakerja telah memenuhi standar. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini. Karena Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada tahun 2022, saya meminta agar Perguruan Tinggi dan Yayasan terus membantu dan mendukung Program Kartu Prakerja," kata Airlangga.

Klik halaman selanjutnya >>>