Airlangga: Ekonomi Digital RI Naik, 2025 Diproyeksi Capai US$ 124 M

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 22:53 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

Dalam acara bertema 'Digital Transformation for Sustainable Development' ini, Airlangga menjelaskan pemerintah telah menyusun master plan dan quick win smart city melalui Gerakan '100 Smart City'.

Gerakan ini ditujukan untuk 100 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Airlangga memaparkan, fokus pembangunan Smart City ditekankan pada 6 pilar utama, yaitu Smart Governance, Smart Mobility, Smart Economy, Smart Living, Smart People, dan Smart Environment.

"Pemerintah juga sedang menginisiasi penyusunan Kerangka Strategi Transformasi Digital sebagai pedoman dalam menerapkan proses digitalisasi yang diarahkan pada 3 sektor strategis, yaitu Pemerintah Digital, Ekonomi Digital dan Masyarakat Digital, di mana implementasi Smart City merupakan salah satu indikator dalam pengembangan Pemerintahan Digital dan menjadi target secara sektoral maupun nasional," terangnya.

Meski demikian, ia mengungkap masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk terciptanya ekosistem ekonomi digital yang baik. Airlangga menjelaskan Indeks Inovasi Global Indonesia tahun lalu masih berada di ranking ke-85 dari 131 negara dan Indeks Literasi Digital Indonesia 2020 berada pada skala "sedang".

Selain itu, ketersediaan akses internet yang masih didominasi Pulau Jawa juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital. Untuk mengatasi tantangan tersebut, lanjutnya, Pemerintah berkomitmen mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Airlangga berharap langkah ini dapat mendukung penguatan dan perluasan akses internet bagi masyarakat Indonesia sehingga transformasi digital dapat diakselerasikan.

"Ke depannya, pulsa dan internet akan jadi bahan pokok," imbuhnya.

Ia memproyeksikan, dengan adanya transformasi digital, akan tercipta tambahan pertumbuhan PDB hingga 1% per tahun. Tak hanya meningkatkan perekonomian, Airlangga menilai transformasi digital juga mampu mendukung terwujudnya 2,5 juta lapangan kerja tambahan, 600 ribu talenta digital setiap tahun, 50% UMKM yang terdigitalisasi (sekitar 30 juta yang siap on board), 82,3% pengguna internet, serta 5 ribu start-up baru.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menargetkan pada 2024 Indonesia sudah dapat mencapai berbagai peringkat yang lebih baik di tingkat global. Misalnya, dalam Survei E-Government Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indeks Daya Saing Digital Institute for Management Development (IMD), Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) PBB, serta Indeks Kemudahan Berbisnis Bank Dunia.

"Target-target tersebut akan dapat tercapai jika mendapat dukungan dan sinergi dari berbagai stakeholders. Saya yakin dengan kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan swasta, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan akan lebih cepat tercapai dengan kualitas yang mumpuni. Apalagi Indonesia akan jadi emerging country pertama yang memegang tampuk presidensi G20 tahun depan, sehingga kami juga butuh masukan dari dunia usaha untuk disuarakan ke tingkat global," pungkasnya.


(akn/hns)