Waspada! Sri Mulyani Wanti-wanti Ancaman Ngeri buat Ekonomi Dunia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 12:36 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap, pemulihan ekonomi dunia terus berlanjut. Namun, masih ada sejumlah risiko yang membayangi pemulihan tersebut.

Sri Mulyani bilang, risiko itu dalam bentuk gelombang baru COVID-19. Kemudian, dalam bentuk gangguan pasokan global atau global supply disruption.

"Munculnya varian baru yaitu varian delta dan perubahan mutasi yang lain menjadi faktor risiko terbesar di tengah ketimpangan distribusi vaksin di seluruh dunia," katanya dalam konferensi pers KSSK, Senin (27/10/2021).

Sri Mulyani menuturkan, gangguan pasokan global lebih panjang dari yang diperkirakan. Hal itu berdampak pada inflasi sejumlah negara.

"Di sisi lain global supply disruption yang ternyata lebih panjang dari yang diperkirakan, yang menimbulkan kenaikan harga juga kenaikan harga-harga energi, akibat keterbatasan suplai mulai memicu tekanan inflasi di sejumlah negara," ujarnya.

Inflasi di Amerika Serikat (AS), katanya, tercatat di kisaran 5,4% dalam 4 bulan terakhir. Angka ini terhitung sangat tinggi untuk ukuran ekonomi AS. Tren tersebut juga tampak di Uni Eropa.

"Permasalahan supply disruption yang lebih panjang dan masih tingginya ketidakpastian perkembangan COVID-19 yang sekarang meningkat di berbagai belahan dunia terutama negara-negara 4 musim, telah mendorong OECD dan IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2021," terangnya.

OECD sendiri menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 5,8% menjadi 5,7%. "Sedangkan IMF merevisi proyeksi ekonomi dunia Juli lalu 6%, menjadi 5,9%," jelasnya.



Simak Video "Sri Mulyani Kembali Sabet Gelar Penghargaan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)