Perjalanan Tarif PCR: dari Jutaan Rupiah hingga Jadi Rp 275 Ribu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 06:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan. Jokowi meminta agar biaya tes PCR di kisaran Rp 450-550 ribu.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Pemerintah akhirnya menurunkan tarif PCR menjadi Rp 275 ribu. Penurunan tarif ini terealisasi usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan supaya tarif turun menjadi Rp 300 ribu.

Adapun pertimbangan penurunan tarif untuk mengantisipasi risiko peningkatan kasus COVID-19. Sebab, mobilitas penduduk meningkat.

Tarif PCR beberapa kali mengalami penurunan. Mulanya, tarif tersebut tembus hingga jutaan rupiah.

Berikut perjalanan tarif PCR dari jutaan rupiah sampai Rp 275.000:

1. RS Banderol Tarif PCR Rp 2,5 Juta

Setiap rumah sakit (RS) atau fasilitas kesehatan mulanya menerapkan tarif yang berbeda-beda terhadap tes PCR. Besaran tarif yang dibebankan juga tergantung seberapa cepat hasil tes.

Satgas Penanganan COVID-19 pernah menyatakan, ada RS yang mematok harga tes PCR hingga Rp 2,5 juta. Padahal harga sekali pemeriksaan spesimen tidak lebih dari Rp 500 ribu.

"Demikian juga harga, ada rumah sakit yang mematok harga tes PCR swab sampai di atas Rp 2,5 juta. Padahal harga rutin atau harga yang bisa kita lihat sebenarnya tidak akan lebih dari Rp 500 ribu per unit atau per sekali pemeriksaan spesimen," kata Ketua Satgas COVID-19 saat itu Doni Monardo dalam rapat di Komisi VIII DPR RI, Kamis (3/9/2020) lalu.

2. Batas Atas PCR Ditetapkan Rp 900 Ribu

Tingginya harga tarif PCR yang tinggi sempat menuai polemik di masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menerapkan batasan tarif tertinggi yang harus dibayar untuk pengujian PCR. Kemenkes menetapkan batas tarif tertinggi sebesar Rp 900 ribu pada tahun lalu.

"Tim Kemenkes dan BPKN menyetujui batas tertinggi swab yang bisa kami pertanggungjawabkan kepada masyarakat yaitu Rp 900 ribu "ujar Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kementerian Kesehatan, Jumat (2/10/2020).

Sebagai acuan, dalam perhitungan batas tertinggi, dihitung komponen yang terdiri atas jasa SDM, jasa pelayanan dokter, ekstraksi, pengambilan sampel.

Ditegaskan bahwa harga acuan ini diperuntukkan untuk masyarakat yang ingin melakukan tes mandiri, bukan kontak tracing. Tes swab ditanggung pemerintah jika telah mendapat rujukan dari rumah sakit atau ditemukan dari penelusuran kontak atau contact tracing.

Berlanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "PCR Rp 300 Ribu, Menkes: Termurah dan Tidak Ada Subsidi Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]