Damri Setop Operasi di Bandung, Bagaimana Nasib Armada dan Pegawai?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 11:46 WIB
Penerapan e-Tiketing Bus ke Bandara Soekarno Hatta

Perum Damri menggandeng Telkom memperkenalkan layanan e-Ticketing transportasi publik menuju Bandara Soekarno Hatta guna memudahkan masyarakat.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bus kota yang dioperasikan Damri di Bandung berhenti melayani penumpang mulai hari ini. Ada delapan rute bus kota Damri di Bandung yang berhenti operasi karena sepi penumpang.

Bagaimana nasib armada dan pegawai? Menurut Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri Sidik Pramono, armada dan pekerja dari bus kota yang rutenya ditutup akan tetap dioptimalkan untuk tetap bekerja dan beroperasi di perusahaan.

Salah satu caranya dengan menggunakan armada dan pekerja di rute yang tetap dibuka di Bandung. Meski ada delapan rute ditutup, tiga rute di antaranya masih beroperasi.

"Kami selalu mengupayakan untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan. Kami kan tetap mengoperasikan tiga rute bus kota dan juga segmen lainnya, bisa digunakan di situ," ungkap Sidik kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

Sidik menambahkan segmen yang ditutup hanya bus kota saja yang merupakan segmen komersial nonsubsidi. Sedangkan Damri Bandung masih mengoperasikan secara normal segmen-segmen AKDP, AKAP, penugasan Angkutan Perintis, rute BRT Majalaya, dan angkutan Disabilitas. Armada dan pekerja bisa diarahkan untuk melayani segmen layanan tersebut juga.

Damri Bandung menutup beberapa rute bus kotanya imbas dari seretnya penumpang. Masyarakat pun mulai enggan naik bus kota. Sidik mengatakan pelayanan bus kota di Bandung merupakan segmen komersial dan nonsubsidi, sehingga Damri harus memperhitungkan tingkat keekonomiannya.

Bila penumpang saja seret artinya keekonomian bus kota di Bandung sudah tidak menguntungkan. Maka dari itu, Damri menutup rute demi menjaga keberlangsungan usaha dan menekan kerugian.

"Dengan berat hati tutup rute harus diambil oleh Damri guna menekan kerugian dan menjaga keberlangsungan usaha Perusahaan," ungkap Sidik.

(hal/ara)