Rata-rata Kekayaan Orang RI Rp 2 M, Tajir Mana Dibanding Tetangga?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 29 Okt 2021 13:39 WIB
Mata Uang Dollar Amerika.
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Bank Dunia (World Bank) dalam laporannya menyebut rata-rata kekayaan orang Indonesia sebesar US$ 144.303 (menggunakan metode PPP). Angka tersebut setara Rp 2 miliar (asumsi kurs Rp 14.300).

Data tersebut dimuat oleh Bank Dunia dalam laporan The Changing Wealth of Nations 2021: Managing Assets for the Future. Laporan tersebut menyajikan total kekayaan per kapita berbagai negara tahun 2018. Kekayaan yang disajikan dalam laporan tersebut diukur berdasarkan metode nilai tukar pasar (MER) dan paritas daya beli (PPP).

Total kekayaan per kapita Indonesia, dalam laporan Bank Dunia tersebut adalah US$ 48.046 (dihitung menggunakan metode MER) dan US$ 144.303 (menggunakan metode PPP). Jika dirupiahkan maka angka di atas sama dengan masing-masing Rp 687.057.800 dan Rp 2 miliar.

Bagaimana dibandingkan negara tetangga?

Berikut perbandingan total kekayaan per kapita antara Indonesia dan negara tetangga di Asia-Pasifik berdasarkan metode PPP: (dikonversi ke rupiah)

- Singapura: Rp 15,6 miliar

- Australia: Rp 10,9 miliar

- Jepang: Rp 8,8 miliar

- Republik Korea: Rp 6,5 miliar

- Malaysia: Rp 6 miliar

- China: Rp 4 miliar

- Thailand: Rp 2,96 miliar

- Mongolia: Rp 2,09 miliar

- Indonesia: Rp 2,06 miliar

- Laos: Rp 1,6 miliar

- Vietnam: Rp 1,5 miliar

- Filipina: Rp 1,39 miliar

- Kamboja: Rp 776,2 juta

- Papua Nugini: Rp 758,9 juta

- Kepulauan Solomon: Rp 635,2 juta

Laporan Bank Dunia mencatat total kekayaan global tumbuh secara signifikan antara 1995 dan 2018. Namun, pertumbuhan kekayaan per kapita beberapa negara tak memuaskan, bahkan negatif dalam beberapa kasus.

Peningkatan total kekayaan paling tajam terjadi di antara negara-negara berpenghasilan menengah ke atas, yang memiliki peningkatan kekayaan lebih dari 200% antara 1995 dan 2018.

Pertumbuhan kekayaan per kapita di negara berpenghasilan rendah lebih kecil dari rata-rata global yang tumbuh 44%, yaitu hanya 22%. Itu menunjukkan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah semakin tertinggal dari negara-negara lain di dunia, menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam kekayaan global per orang.

(toy/eds)