Faisal Basri Ungkap Beda Infrastruktur Era Bung Karno & Jokowi, Mana Lebih Baik?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 01 Nov 2021 12:34 WIB

Sementara Jokowi, kata Faisal, jauh berbeda dengan visinya Bung Karno. Menurutnya sederet pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi tidak memiliki perencanaan yang baik.

"Kalau Pak Jokowi perencanaannya kurang baik dan asal tiru. Jadi misalnya di era Pak SBY kan ada jembatan Selat Sunda. Nah itu untuk memfasilitasi keinginan Tomy Winata, satu paket dengan jalan tol Sumatera. Nah jembatannya dibatalkan, tol Sumateranya jalan terus," tuturnya.

"Padahal di sepanjang Sumatera itu sudah ada yang namanya Trans Sumatera Highway, dan terbukti sekarang Pak Jokowi sadar itu tidak realistis maka dipotong separuhnya. Tidak lagi 2 ribuan km tapi cuma seribuan km. Pak Jokowi juga menerima kritik kalau kritiknya berdasar, argumennya kuat, terima kok," tambah Faisal.

Faisal juga mencontohkan proyek pembangunan Jokowi yang dianggap tidak memiliki perencanaan yang baik, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung. Sebab berjarak jauh sudah ada Pelabuhan Belawan.

"Mau apa gitu. Kan kita harus membangun tuh fokus, kita perkuat sehingga fokusnya mengintegrasikan Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau supaya ongkos logistiknya turun. Jadi kita benahi ini domestic sea transportation itu, maka keluar dulu tol laut, kita sudah seneng, tapi setelah itu tidak pernah lagi dibicarakan tol laut. Sehingga ongkos sekarang ini, ongkos 1 kontainer dari Jakarta ke Belawan itu jauh lebih mahal dari Guangzhou ke Belawan," tutupnya.


(das/fdl)