ADVERTISEMENT

Bikin Heboh! Luhut Dituding Main Bisnis PCR hingga Jubir Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 05:47 WIB

Luhut dikatakan selama ini terus menerus menyuarakan agar harga tes PCR diturunkan dan bisa dijangkau masyarakat. Jodi mengatakan hal itu seperti menegaskan tidak mungkin Luhut mau cari-cari bisnis dari alat tes COVID-19.

"Jadi tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI, apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga test PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat," ungkap Luhut.

Jodi pun menyayangkan adanya isu soal bisnis alat tes COVID-19. Khawatirnya, tak akan ada pihak yang mau mengulurkan bantuan bila tiba-tiba terjadi krisis karena disebut cari untung dari COVID-19.

"Sangat disayangkan upaya framing seperti ini. Ini berpotensi menyebabkan para pihak yang ingin membantu jika terjadi krisis berpikir dua kali," kata Jodi.

Kehebohan soal Luhut main bisnis PCR awalnya diungkap oleh Mantan Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto. Dia mengatakan sejumlah menteri-menteri lain juga terkait dengan bisnis tes PCR.

Agustinus mengungkapkan hal itu lewat tulisannya di akun Facebook pribadinya. Dia mengawali tulisannya dengan mengutip laporan media soal laboratorium PCR yang dimiliki politikus dan konglomerat.

Dia mengungkap komposisi pemegang saham PT GSI yang memiliki afiliasi dengan Luhut, yaitu PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra. Dia mengungkapkan Luhut punya sedikit saham di dua perusahaan tersebut dan Luhut juga merupakan pendirinya.

"Menteri itu ternyata terafiliasi (ada kaitannya) dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia. Unit usaha PT itu adalah GSI Lab yang jualan segala jenis tes COVID-19: PCR Swab Sameday (275 ribu), Swab Antigen (95 ribu), PCR Kumur (495 ribu), S-RBD Quantitative Antibody (249 ribu)," tulis Agustinus

Adapun pemegang saham yang disebutkan Agustinus adalah Yayasan Indika Untuk Indonesia, Yayasan Adaro Bangun Negeri, Yayasan Northstar Bhakti Persada, PT Anarya Kreasi Nusantara, PT Modal Ventura YCAB, PT Perdana Multi Kasih, PT Toba Bumi Energi, PT Toba Sejahtra, dan PT Kartika Bina Medikatama.


(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT