Ramai-ramai Netizen Jual Voucher Garuda di Medsos, Ada Apa Nih?

ADVERTISEMENT

Ramai-ramai Netizen Jual Voucher Garuda di Medsos, Ada Apa Nih?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 15:27 WIB
Maskapai Garuda Indonesia meresmikan operasional 2 pesawat baru di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (1/2/2016). 2 pesawat itu yakni Boeing 777-300ER dan Airbus 330-300. Untuk Airbus, sudah dilengkapi kelas bisnis Super Diamond Seat Business Class yang nyaman, mewah dan berkelas. Tampak hadir antara lain Dirut Garuda Arif Wibowo dan Komisaris Utama Garuda Jusman Syafii Djamal. (Ari Saputra/detikcom)
Foto: Ari Saputra

Garuda Indonesia sendiri saat ini sedang menjadi banyak perbincangan, hal itu terjadi karena kondisi maskapai yang memprihatinkan. Dalam catatan detikcom, Garuda memiliki sekitar Rp 70 triliun dari total utang Rp 140 triliun.

Kondisi keuangan Garuda pun menyedihkan, terakhir perusahaan rugi US$ 2,5 miliar pada 2020. Kerugian tersebut setara Rp 36,25 triliun (kurs Rp 14.500).

Secara spesifik, Garuda Indonesia Grup belum dapat memenuhi kewajiban keuangannya kepada bank, vendor yang signifikan seperti PT Pertamina (Persero) untuk pembelian bahan bakar, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara, dan lessor pesawat.

Akibat kondisinya yang menyedihkan Garuda sempat dikabarkan akan digantikan posisinya oleh Pelita Air sebagai maskapai nasional Indonesia. Meski begitu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan bahwa prioritas pemerintah adalah menyelamatkan Garuda Indonesia.

Soal opsi mengganti Garuda dengan Pelita, kata Arya, justru belum banyak dibahas. Fokus Kementerian BUMN adalah menyelesaikan utang-utang yang membelit Garuda. Opsi lain, baru akan dibahas bila negosiasi utang Garuda gagal.

"Soal opsi mengenai Pelita itu nanti lah ya. Yang utama sebenarnya adalah kita sekarang ini berusaha, terus berjuang, dan untuk bisa bernegosiasi dengan para lessor, pihak-pihak yang memiliki piutang dengan Garuda. Itu yang utama dan opsi itu yang pertama ya, kita dahulukan," jelas Arya kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

"Kalau negosiasinya gagal baru kita akan cari opsi lain dan kita akan carikan cara-cara agar BUMN ini tetap memiliki pesawat airline lah," tambahnya.



Simak Video "Lihat Keseruan Garuda Indonesia Travel Fair 2022"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT